29 Januari 2008

Dakwah dalam pandangan agama Islam

BAB I
PRINSIP DA'WAH DALAM AL QUR'AN

A. Pengertian dan Tujuan Da'wah
Da'wah Secara lughawi berasal dari bahasa Arab, da'wah yang artinya seruan, panggilan, undangan. Secara istilah, kata da'wah berarti menyeru atau mengajak manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh berbuat kebajikan dan melarang perbuatan munkar yang dilarang oleh Allah Swt. dan rasul-Nya agar manusia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Syaikh Ali Mahfuzh -murid Syaikh Muhammad Abduh- sebagai pencetus gagasan dan penyusunan pola ilmiah ilmu da'wah memberi batasan mengenai da'wah sebagai: "Membangkitkan kesadaran manusia di atas kebaikan dan bimbingan, menyuruh berbuat ma'ruf dan maencegah dari perbuatan yang munkar, supaya mereka memperoleh keberuntungan kebahagiaan di dunia dan di akhirat."
Da'wah adalah usaha penyebaran pemerataan ajaran agama di samping amar ma'ruf dan nahi munkar. Terhadap umat Islam yang telah melaksanakan risalah Nabi lewat tiga macam metode yang paling pokok yakni da'wah, amar ma'ruf, dan nahi munkar, Allah memberi mereka predikat sebagai umat yang berbahagia atau umat yang menang.
Adapun mengenai tujuan da'wah, yaitu:
pertama, mengubah pandangan hidup. Dalam QS. Al Anfal: 24 di sana di siratkan bahwa yang menjadi maksud dari da'wah adalah menyadarkan manusia akan arti hidup yang sebenarnya. Hidup bukanlah makan, minum dan tidur saja. Manusia dituntut untuk mampu memaknai hidup yang dijalaninya.
Kedua, mengeluarkan manusia dari gelap-gulita menuju terang-benderang. Ini diterangkan dalam firman Allah: "Inilah kitab yang kami turunkan kepadamu untuk mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada terang-benderang dengan izin Tuhan mereka kepada jalan yang perkasa, lagi terpuji." (QS. Ibrahim: 1)
B. Urgensi dan Strategi Amar ma'ruf Nahi munkar
Dalam Al-Qur'an dijumpai lafadz "amar ma'ruf nahi munkar" pada beberapa tempat. Sebagai contoh dalam QS. Ali Imran: 104: "Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung". Hasbi Ash Siddieqy menafsirkan ayat ini: "Hendaklah ada di antara kamu suatu golongan yang menyelesaikan urusan dawah, menyuruh ma'ruf (segala yang dipandang baik oleh syara` dan akal) dan mencegah yang munkar (segala yang dipandang tidak baik oleh syara` dan akal) mereka itulah orang yang beruntung."
Dalam ayat lain disebutkan "Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan bagi umat manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah" (QS. Ali Imran: 110). Lafadz amar ma'ruf dan nahi munkar tersebut juga bisa ditemukan dalam QS. At Taubah: 71, Al Hajj: 41, Al-A'raf: 165, Al Maidah: 78-79 serta masih banyak lagi dalam surat yang lain.
Bila dicermati, ayat-ayat di atas menyiratkan bahwa amar ma'ruf nahi munkar merupakan perkara yang benar-benar urgen dan harus diimplementasikan dalam realitas kehidupan masyarakat. Secara global ayat-ayat tersebut menganjurkan terbentuknya suatu kelompok atau segolongan umat yang intens mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kejelekan. Kelompok tersebut bisa berupa sebuah organisasi, badan hukum, partai ataupun hanya sekedar kumpulan individu-individu yang sevisi. Anjuran tersebut juga dikuatkan dengan hadits Rasulullah: "Jika kamu melihat umatku takut berkata kepada orang dzhalim, 'Hai dzhalim!', maka ucapkan selamat tinggal untuknya."
Dari ayat-ayat di muka dapat ditangkap bahwa amar ma'ruf dan nahi munkar merupakan salah satu parameter yang digunakan oleh Allah dalam menilai kualitas suatu umat. Ketika mengangkat kualitas derajat suatu kaum ke dalam tingkatan yang tertinggi Allah berfirman: "Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia." Kemudian Allah menjelaskan alasan kebaikan itu pada kelanjutan ayat: "Menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar." (QS. Ali Imran: 110). Demikian juga dalam mengklasifikasikan suatu umat ke dalam derajat yang serendah-rendahnya, Allah menggunakan eksistensi amar ma'ruf nahi munkar sebagai parameter utama. Allah Swt. berfirman: "Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Isra'il melalui lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat." (QS. Al Maidah 78-79). Dari sinipun sebenarnya sudah bisa dipahami sejauh mana tingkat urgensitas amar ma'ruf nahi munkar.
Bila kandungan ayat-ayat amar ma'ruf nahi munkar dicermati, -terutama ayat 104 dari QS. Ali Imran- dapat diketahui bahwa lafadz amar ma'ruf dan nahi munkar lebih didahulukan dari lafadz iman, padahal iman adalah sumber dari segala rupa taat. Hal ini dikarenakan amar ma'ruf nahi munkar adalah bentengnya iman, dan hanya dengannya iman akan terpelihara. Di samping itu, keimanan adalah perbuatan individual yang akibat langsungnya hanya kembali kepada diri si pelaku, sedangkan amar ma'ruf nahi munkar adalah perbuatan yang berdimensi sosial yang dampaknya akan mengenai seluruh masyarakat dan juga merupakan hak bagi seluruh masyarakat.
Hamka berpendapat bahwa pokok dari amar ma'ruf adalah mentauhidkan Allah, Tuhan semesta alam. Sedangkan pokok dari nahi munkar adalah mencegah syirik kepada Allah. Implementasi amar ma'ruf nahi munkar ini pada dasarnya sejalan dengan pendapat khalayak yang dalam bahasa umumnya disebut dengan public opinion, sebab al ma'ruf adalah apa-apa yang disukai dan diingini oleh khalayak, sedang al munkar adalah segala apa yang tidak diingini oleh khalayak. Namun kelalaian dalam ber-amar ma'ruf telah memberikan kesempatan bagi timbulnya opini yang salah, sehingga yang ma'ruf terlihat sebagai kemunkaran dan yang munkar tampak sebagai hal yang ma'ruf.
Konsisnten dalam ber-amar ma'ruf nahi munkar adalah sangat penting dan merupakan suatu keharusan, sebab jika ditinggalkan oleh semua individu dalam sebuah masyarakat akan berakibat fatal yang ujung-ujungnya berakhir dengan hancurnya sistem dan tatanan masyarakat itu sendiri. Harus disadari bahwa masyarakat itu layaknya sebuah bangunan. Jika ada gangguan yang muncul di salah satu bagian, amar ma'ruf nahi munkar harus senantiasa diterapkan sebagai tindakan preventif melawan kerusakan. Mengenai hal ini Rasulullah Saw. memberikan tamsil: "Permisalan orang-orang yang mematuhi larangan Allah dan yang melanggar, ibarat suatu kaum yang berundi di dalam kapal. Di antara mereka ada yang di bawah. Orang-orang yang ada di bawah jika hendak mengambil air harus melawati orang-orang yang ada di atas meraka. Akhirnya mereka berkata 'Jika kita melubangi kapal bagian kita, niscaya kita tidak akan mengganggu orang yang di atas kita'. Jika orang yang di atas membiarkan mereka melubangi kapal, niscaya semua akan binasa. Tetapi jika orang yang di atas mencegah, maka mereka dan semuannya akan selamat."
Suatu kaum yang senantiasa berpegang teguh pada prinsip ber-amar ma'ruf nahi munkar akan mendapatkan balasan dan pahala dari Allah Swt. yang antara lain berupa:
1. Ditinggikan derajatnya ke tingkatan yang setinggi-tingginya (QS. Ali Imran: 110).
2. Terhindar dari kebinasaan sebagaimana dibinasakannya Fir'aun beserta orang-orang yang berdiam diri ketika melihat kedzalimannya.
3. Mendapatkan pahala berlipat dari Allah sebagaimana sabda Nabi Saw.: "Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya sampai hari kiamat, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun".
4. Terhindar dari laknat Allah sebagai mana yang terjadi pada Bani Isra'il karena keengganan mereka dalam mencegah kemunkaran. (QS. Al-Maidah: 78-79).
Secara prinsipil seorang Muslim dituntut untuk tegas dalam menyampaikan kebenaran dan melarang dari kemunkaran. Rasul Saw. bersabda: "Barang siapa di antara kamu menjumpai kemunkaran maka hendaklah ia rubah dengan tangan (kekuasaan)nya, apabila tidak mampu hendaklah dengan lisannya, dan jika masih belum mampu hendaklah ia menolak dengan hatinya. Dan (dengan hatinya) itu adalah selemah-lemahnya iman". Hadits ini memberikan dorongan kepada orang Muslim untuk ber-amar ma'ruf dengan kekuasaan dalam arti kedudukan dan kemampuan fisik dan kemampuan finansial. Amar ma'ruf dan khususnya nahi munkar minimal diamalkan dengan lisan melalui nasihat yang baik, ceramah-ceramah, ataupun khutbah-khutbah, sebab semua. Muslim tentunya tidak ingin bila hanya termasuk di dalam golongan yang lemah imannya.
Da'wah dan amar ma'ruf nahi munkar dengan metode yang tepat akan menghantarkan dan menyajikan ajaran Islam secara sempurna. Metode yang di terapkan dalam menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar tersebut sebenarnya akan terus berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakat yang dihadapi para da'i. Amar ma'ruf dan nahi munkar tidak bertujuan memperkosa fitrah seseorang untuk tunduk dan senantiasa mengikuti tanpa mengetahui hujjah yang dipakai, tetapi untuk memberikan koreksi dan membangkitkan kesadaran dalam diri seseorang akan kesalahan dan kekurangan yang dimiliki.
Ketegasan dalam menyampaikan amar ma'ruf dan nahi munkar bukan berarti menghalalkan cara-cara yang radikal. Implementasinya harus dengan strategi yang halus dan menggunakan metode tadarruj (bertahap) agar tidak menimbulkan permusuhan dan keresahan di masyarakat. Penentuan strategi dan metode amar ma'ruf nahi munkar harus mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang dihadapi. Jangan sampai hanya karena kesalahan kecil dalam menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar justru mengakibatkan kerusakan dalam satu umat dengan social cost yang tinggi.
Dalam menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar hendaknya memperhatikan beberapa poin yang insya Allah bisa diterapkan dalam berbagai bentuk masyarakat:
1. Hendaknya amar ma'ruf nahi munkar dilakukan dengan cara yang ihsan agar tidak berubah menjadi penelanjangan aib dan menyinggung perasaan orang lain. Ingatlah ketika Allah berfirman kepada Musa dan Harun agar berbicara dengan lembut kepada Fir'aun (QS. Thaha: 44).
2. Islam adalah agama yang berdimensi individual dan sosial, maka sebelum memperbaiki orang lain seorang Muslim dituntut berintrospeksi dan berbenah diri, sebab cara amar ma'ruf yang baik adalah yang diiringi dengan keteladanan.
3. Menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar disandarkan kepada keihklasan karena mengharap ridla Allah, bukan mencari popularitas dan dukungan politik.
4. Amar ma'ruf nahi munkar dilakukan menurut Al-Qur'an dan Al-Sunnah, serta diimplementasikan di dalam masyarakat secara berkesinambungan.
Dalam menyampaikan da'wah amar ma'ruf nahi munkar, para da'i dituntut memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, baik kepada Allah maupun masyarakat dan negara. Bertanggung jawab kepada Allah dalam arti bahwa da'wah yang ia lakukan harus benar-benar ikhlas dan sejalan dengan apa yang telah digariskan oleh Al Qur'an dan Sunnah. Bertanggung jawab kepada masyarakat atau umat menganduang arti bahwa da'wah Islamiyah memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial umat yang bersangkutan. Bertanggung jawab kepada negara mengandung arti bahwa pengemban risalah senantiasa memperhatikan kaidah hukum yang berlaku di negara dimana ia berda'wah. Jika da'wah dilakukan tanpa mengindahkan hukum positif yang berlaku dalam sebuah negara, maka kelancaran da'wah itu sendiri akan terhambat dan bisa kehilangan simpati dari masyarakat.











BAB II
Adab Berdakwah Dalam Islam

Syariat Islam telah menggariskan prinsip-prinsip serta adab untuk bermuzakarah, berdialog dan berbincang dalam sesuatu perkara. Perbincangan tersebut berteraskan kepada akal yang sihat, pemikiran yang bernas serta berdebatan yang dilakukan dengan sebaik-baiknya. Kesemua ini bertujuan untuk mencari kebenaran, kebaikan dan manfaat manusia seluruhnya. Perbezaan pendapat manusia sama ada dalam perkara agama atau dunia merupakan merupakan lumrah hidup dan tabie manusia.
Antara sebab-sebab timbulnya perbezaan pendapat ialah kefahaman terhadap sesuatu nas dan dalil yang dipegang atau perbezaan istilah bahasa. Di samping itu, berpegang kepada taklid semata-mata tanpa ada ilmu pengetahuan., kefanatikan terhadap pandangannya, hasad dengki dan mengikut hawa nafsu. Al-Quran telah menegaskan kerasulan nabi Muhammad dan setengah daripada golongaan musyrikin itu mengakui kebenaran Rasul. Oleh kerana perasaan fanatik, hasad dengki dan sombong menyebabkan mereka mengingkari kerasulan Muhammad s.a.w.
Di samping mengakui adanya perbezaan pendapat, Islam juga menggariskan panduan untuk umatnya bermuzakarah dan berdialog. Dalam tradisi keilmuan Islam, ada puluhan buah buku yang menulis mengenai perkara ini atas berbagai tajuk seperti Ilmu al-Jidal (Ilmu Berdebat), Adab al-Iktilaf (Adab Perbezaan Pendapat) dan Adab al-Hiwar (Adab Berdialog). Antara buku tersebut ialah al-Kifayah fi fann al-Jidal oleh Imam al-Haramain (m,. 478H ), al-Ma’unah fi al-Jidal oleh Syirazi (m. 476H) dan Tarikh al-Jidal oleh Muhammad Abu Zahrah, Adab al-Iktilaf oleh Dr. Taha Jabir al-Alwani dan Adab al-Hiwar oleh Syeikh Sayyid Muhammad al-Tantawi.
Antara adab-adab bermuzakarah yang digariskan oleh syariat Islam ialah muzakarah itu mestilah berprinsipkan kebenaran, jauh dari pembohongan dan waham. Al-Quran telah merakamkan dialog antara nabi Musa dengan firaun ketika mana nabi Musa mengadap firaun atas perintah Allah. Nabi Musa memperkenalkan dirinya sebagai seorang rasul dan membawa bukti keesaan Tuhan dari kejadian alam. Tetapi firaun yang tidak dapat menjawab hujah-hujah nabi Musa menganggap nabi Musa sebagai gila dan ahli sihir. Perbicaraan firaun adalah untuk menegakkan kebatilan. Akhirnya beliau mengugut nabi Musa untuk memenjarakannya. (Taha 42-69, al-Syu’ara 10-48). Perkara yang penting di sini ialah jawapan serta hujah nabi Musa adalah untuk mencari kebenaran yang lahir dari hati yang bersih, jauh daripada penipuan.
Muzakarah itu hendaklah berpegang kepada tajuk yang dibincangkan iaitu tidak keluar dari tema yang mereka perselisihkan. Al-Quran menceritakan kisah kaum nabi Nuh yang menyatakan kepadanya

“ Berkata dari golongan bangsawan kaumnya, sesungguhnya kami melihat engkau dalam kesesatan yang nyata.” (al-Araf 60).

Lalu dijawab oleh nabi Nuh, “Wahai kaumku, sesunguhnya aku bukan berada dalam keadaan kesesatan tetapi aku adalah rasul yang diutuskan dari Tuhan semesta alam. Aku menyampaikan kepada kamu risalah Tuhanku dan menasihati kamu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu tidak mengetahui” (al-Araf 61-62)
Ternyata ayat diatas, jawapan yang diberikan oleh nabi Nuh berteraskan kepada tema persoalan yang ditimbulkan oleh kaumnya dan tidak lari dari tajuk perbincangan.
Muzakarah itu hendaklah mengemukakan hujah-hujah yang jelas dan benar sehingga mereka tidak mampu berhujah lagi. Setelah terbukti kebenaran mereka hendaklah kembali kepada ajaran yang sebenar sebagaimana kisah ahli sihir firaun yang beriman kepada nabi Musa setelah terbukti kebenaran kerasulannya. Begitu juga kita hendaklah kembali kepada kebenaran walaupun orang yang benar itu adalah orang bawahan kita dan kita sanggup menyatakan saya silap dan engkau betul.
Ahli-ahli muzakarah tersebut mestilah bersifat merendah diri dan menjauhkan diri dari sifat sombong serta banga diri. Lihatlah kisah nabi Sulaiman bersama-sama burung Hud-Hud. Walaupun nabi Sulaiman memiliki kerajaan yang besar namun ia menerima hujah burung itu dengan rendah diri dan bercakap secara hikmah dan lembut. (al-Naml 20-44)
Ahli muzakarah itu hendaklah memberi peluang kepada orang lain memberi pendapat atau hujah sama ada dari pihaknya atau pihak pembangkang. Ia tidak boleh memotong percakapan orang lain atau menyakitinya. Ini terbukti melalui dialog Allah dengan Iblis yang tidak mahu sujud kepada nabi Adam. Allah memberi seluas-luasnya peluang kepada Iblis untuk berhujah dan Iblis menyatakan ia lebih mulia dari Adam kerana Adam dijadikan dari tanah sedangkan dirinya dijadikan dari api.
Setelah Allah menjatuhkan hukuman dengan mengeluarkan Iblis dari Syurga, ia masih lagi mengutarakan hujah-hujah sehingga akhirnya ia bersumpah untuk menyesatkan seluruh manusia kecuali orang yang ikhlas beribadat kepada Allah. Akhirnya Allah menyebutkan bahawa Iblis akan dinantikan di akhirat kelak untuk menerima balasan. (al-Baqarah 34, al-Hijr 30-42, al-Isra’ 61-65, al-Araf 16-17) Di sini Allah memberi peluang kepadanya untuk mengatakan isi hatinya dan keinginan hawa nafsu untuk menyesatkan manusia.
Ahli-ahli muzakarah mestilah menghormati pandangan orang lain yang bercakap baik ketika memberi hujah-hujah yang bernas walaupun berbeza dengan pandangannya. Ini terbukti melalui peristiwa muzakarah Abu Bakar dengan Umar bin Khattab mengenai pengumpulan al-Quran selepas perang Yamamah. Abu Bakar pada mulanya enggan menerima tetapi apabila berlaku muzakarah dengan Umar, maka Abu Bakar mengakui kebenaran Umar dalam mengumpul dan menulis al-Quran. Begitu juga kisah Umar bin Khattab mengakui kebenaran Abu Bakar ketika mengisytiharkan perang terhadap orang murtad dan orang yang enggan mengeluarkan zakat yang pada mulanya dipersetujui oleh
Ahli-ahli muzakarah tidak boleh menghukum secara umum dan hendaklah sentiasa berhati-hati dalam kata-kata. Di samping itu, hendaklah meneliti sesuatu masalah dengan penelitian yang rapi. Tidak menggunakan sesuatu istilah atau lafaz kecuali pada tempat yang betul. Ia perlu berdasarkan maklumat yang tepat dan bukan berdasarkan berita angin.
Firman Allah yang bermaksud : “ Wahai orang yang beriman, apabila datang kepada kamu orang fasik membawa sesuatu berita hendaklah kamu selidiki terlebih dahulu dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan kamu itu.” (al-Hujarat 6)
Perkara yang penting ialah setiap perkataan dan perbuatan merupakan amanah dan tanggungjawab yang akan disoal di Akhirat kelak. Manusia bertanggungjawab atas apa yang dicakapkannya.
Imam Abdullah bin Mubarak menceritakan kisah seorang wanita tua yang ditemui pada musim haji di Madinah al-Munawwarah selepas menziarahi makam Rasulullah s.a.w. yang mana ia tidak bercakap kecuali dengan jawapan dari ayat-ayat al-Quran. Ketika Abdullah memberi salam maka dijawabnya dengan ayat 58 surah Yassin “ Salam sejahtera dari Tuhan yang Maha Penyayang”. Apabila ditanya ke mana ia hendak pergi dijawabnya dengan ayat 1 dalam surah al-Isra’ , “ Maha Suci Allah yang memperjalankan hambanya pada waktu malam dari Masjid al-Haram ke Majid al-Aqsa yang diberkati sekelilingnya.” Begitulah seterusnya dialog antara mereka dan apabila ditanya apakah menyebabkan beliau menjawab dengan ayat-ayat al-Quran, lalu dijawabnya bahawa setiap perkataan merupakan amanah dan beliau telah berbuat demikian lebih dari empat puluh tahun.
Islam juga menyuruh umatnya supaya berdialog dan bermuzakarah dengan orang bukan Islam dengan sebaik-baiknya : Firman Allah yang bermaksud
“ Janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab melainkan dengan cara paling baik kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.” (al-Ankabut 46) Dalam hadis terdapat sabda Rasulullah yang bermaksud :“ sesiapa yang menyakiti orang kafir zimmi maka ia menyakiti aku, dan sesiapa yang menyakiti aku maka ia menyakiti Allah.”
Dalam konteks sekarang adab bermuzakarah perlu difahami oleh setiap individu masyarakat kerana perkara ini sentiasa dihadapi oleh kita dalam setiap masa dan tempat. Sementara itu, dialog peradaban dan agama amat penting dalam memastikan tamadun yang dibina itu benar-benar mantap. Oleh demikian, adab-adab yang telah digariskan oleh syariat Islam sewajibnya dipatuhi supaya ia menghasilkan natijah yang terbaik dalam setiap perbincangan dan dialog.
Sikap fanatik kepada kumpulannya sebelum berlakunya muzakarah dan dialog tidak akan membawa kebenaran yang diharapkan malah mungkin akan menimbulkan keadaan yang lebih parah lagi,. Sikap keterbukaan amat perlu kepada setiap individu ahli muzakarah dan dialog untuk mencari kebenaran dan keadilan terbaik.
Bermuzakarah dan berdialog ini bukan tertumpu kepada soal pemerintahan tetapi ia juga berlaku antara suami isteri, anak dan bapa, jiran tetanga dan masyarakat. Pendek kata, ia berlaku dalam semua peringkat masyarakat dan adab-adab tersebut mestilah dipatuhi. Apabila adab-adab tersebut dipatuhi dan dihormati nescaya lahirnya masyarakat yang makmur dan dirahmati Allah.





BAB III
AQIDAH DAN DAKWAH

Kalau kita bicara aqidah dalam kaitannya dengan langkah dan strategi dakwah, barangkali yang lebih tepatnya bukan prioritas atau mana yang harus didahulukan, tetapi aqidah adalah landasan yang perlu dibangun dengan baik dan kokoh. Sedangkan mana yang harus didahulukan untuk awalnya, kita sesuaikan dengan kebutuhan real di lapangan.
Misalnya, orang yang sedang ditimpa bencana alam dan rumahnya roboh, masak sih kita ceramahi tentang bahaya syirik? Tentu dakwah untuk mereka kita mulai dari memberi bantuan berupa makanan, pakaian bersih, rumah tempat tinggal, pengobatan gratis dan seterusnya.
Preman insyaf yang tidak punya penghasilan halal, perlu kita carikan pekerjaan halal yang mampu dikerjakannya. Itu lebih utama untuk kita perioritaskan ketimbang kita membahas bab-bab yang membatalkan syahadat. Buat apa bicara tentang syahadat secara panjang dan lebar, sementara kebutuhan hidupnya senin kamis dan teman-teman premannya menawarkan bisnis barang haram?
Petani miskin yang setiap hari dimiskinkan oleh sistem, panennya gagal diserang hama, hartanya habis dilahap rentenir, tentu perlu diberikan jalan keluar yang tepat ketimbang kita tatar dengan materi rububiyatullah, uluhiyatullah serta asma' wa shifat.
Jadi dakwah itu seharusnya memberi solusi dunia dan akhirat. Bukan hanya urusan aqidah semata. Meski aqidah itu merupakan landasan yang penting untuk dibangun secara kokoh, namun bukan berarti pintu gerbang utama dakwah itu harus selalu aqidah dan aqidah saja.
Bahkan boleh jadi jendela pertama kita menjalin hubungan kontak dengan objek dakwah lewat hal-hal yang sepele, misalnya kebetulan kepada teman yang punya hobi sama, atau kebetulan jadi rekan dagang dan bisnis, atau kebetulan langganan cukur rambut di pengkolan jalan.
Pembicaraan tidak harus selalu dimulai dari tema berat tentang aqidah, tetapi dari tema apa saja, syukur-syukur yang bisa memberi solusi nyata dan instan.
Akan tetapi kita tidak menafikan bahwa untuk membangun pribadi muslim yang baik, sisi aqidah perlu dibenahi secara baik. Namun tetap ada kisi-kisinya, sehingga kita masih bisa membedah lagi, pada bagian mana dari aqidah itu yang perlu ditekankan. Mana yang harus didahulukan dan mana yang masih mungkin terjadi beda pendapat.
Mengingat tidak semua materi dan point-point aqidah menjadi batas iman dan kufur, ada sebagian dari materi yang sebenarnya termasuk aqidah, namun tidak mengurangi nilai iman atau menambahinya. Seperti nama-nama surga dan neraka, meski termasuk bagian aqidah, tetapi bila ada orang yang tidak hafal nama-nama itu, tidak mengurangi nilai aqidahnya. Demikian juga dengan nama-nama malaikat, nabi dan seterusnyA.






















BAB III
Peran Organisasi/ Lembaga dakwah dan Optimalisasi dakwah bil Hal

Dalam al-Qur’an surat Ali Imron ayat 104 Allah menyebutkan, “Adakanlah di antara kamu umat yan mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang baik dan melarang untuk berbuat kemungkaran. Mereka itulah orang-orang beruntung”. Ayat ini dijadikan landasan bagi bagi banyak organisasi/lembaga dakwah, dalam mendirikan organisasi/lembaga dakwah, dan bagi menyusun strategi dakwah. Dalam ayat ini umat Islam di perintahkan untuk mengadakan suatu badan/kelompok yang mengambil tugas mengerjakan dakwah.
Tetapi hingga kini kegiatan lembaga-lembaga dakwah Islam yang dikelola oleh kalangan cendikiawan masih memberikan kesan adanya ciri-ciri intelektual salon. Masih kebanyakan diantara kegiatan itu berbentuk serasehan, diskusi, seminar dan pernyataan dan pernyataan-pernyataan yang politis atau kegiatan publisitas. Sedangkan kegiatan di lapangan masih relatif sedikit. Banyak diantara lembaga dakwah kurang terjun ke bawah. Semuanya masih memberikan kesan yang elitis. Kalaupun ada kegiatan yang merakyat sifatnya masih memberi kesan amat politis. Program-progam dakwah yang dijalankan masih kurang nyambung dengan lapisan masyarakat bawah.9
Oleh karena itu sudah tiba waktunya bagi lembaga-lembaga dakwah Islamiyah untuk memulai program pembaharuan dakwah meyeluruh dan program masuk desa secara besar-besaran. Disini perlu ada beberapa langkah dan orientasi gerakan dakwah yang perlu dirumuskan ulang. Pertama, setiap gerakan dakwah perlu merumuskan orientasi yang lebih spesifik dalam memadukan dakwah bi al-lisan dengan bi al-hal bagi daerah atau masyarakat di pedesan. Hal itu diperlukan kekhususan potensi, masalah dan tantangan yang dihadapi tidak sama dengan penduduk dan daerah perkotaan.
Kedua, setiap gerakan dakwah perlu merumuskan perencanaan dakwah yang muatan misinya tetap sesuai dengan ajaran Islam yang dipesankan al-Qur’an dan al-Sunnah, namun orientasi programnya perlu perlu berdasarkan data empirik dari potensi, masalah, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi masyarakat. Ketiga, berkaitan dengan bentuk dan jenis program. Program dan kegiatan dakwah bagi masyarakat pedesaan harus dirumuskan secara lebih bervariasi dan lebih kongkrit berdasarkan kebutuhan, permasalahan, dan tuntutan konkrit masyarakat dakwah setempat.10
Sesuai dengan tuntutan pembangunan umat, maka gerakan dakwah hendaknya tidak hanya terfokus pada masalah-masalah Agama semata, tetapi mampu memberikan jawaban dari tuntutan realitas yang dihadapi masyarakat saat ini. Umat Islam pada lapisan bawah, tak sanggup menghubungkan secara tepat isi dakwah yang sering didengar melalui dakwah bi al-lisan dengan realitas yang begitu sulitnya kehidupan ekonomi sehari-hari. Untuk gerakan dakwah dituntut secara maksimal agar mampu melakukan dakwah bi al-hal (dalam bentuk nyata). dakwah harus mencakup perbuatan nyata (bi al-hal) yang berupa uluran tangan oleh si kaya kepada si miskin, pengayoman hukum, dan sebagainya. Perluasan kegiatan dakwah (desentralisasi) yang dibarengi oleh verifikasi mubaligh, akan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kita, yang juga semakin beragam, serta meluasnya diverensiasi sosial.
Dakwah dengan tindakan nyata berupa bantuan materi: pangan gratis, susu gratis, pakaian gratis, pengobatan cuma-cuma, modal untuk membentuk koperasi kecil-kecilan, dana untuk pembuatan sumur-sumur bersih, memperbaiki gubuk tempat tinggal, membiayai sekolah anak-anak mereka, dan sebagainya. Pembangunan masjid juga merupakan bentuk dakwah nyata, tetapi dakwah pembangunan masjid ini tidak terlalu penting apabila jumlah jamaahnya semakin menipis.
Konsep dakwah juga adalah dakwah yang tidak menyempitkan cakrawala umat dalam emosi keagamaan dan keterpencilan sosial. dakwah yang diperlukan adalah dakwah yang mendorong perluasan partisipasi sosial. dakwah demikian juga akan memenuhi tuntutan individual misalnya, untuk saling menolong dalam mengatasi perkembangan atau perubahan sosial yang kian cepat.
Dalam persiapan untuk mulai melaksanakan dakwah bi al-hal diperlukan:
1. adanya badan atau kelompok orang yang terorganisasi, walaupun kecil dan sederhana.
2. adanya tenaga potensial, terdiri dari beberapa orang dengan pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing seperti: tenaga pengelola/koordinator tenaga pelaksana di lapangan yang akrab dengan pekerja-pekerja sosial, tenaga yang berpengetahuan, tentang kesehatan, gizi, pertanian, koperasi dan sebagainya, dan tenaga mubaligh atau guru agama, dan yang terakhir tetapi sangat penting ialah tenaga penghimpun dana.
3. adanya dana dan sarana-sarana yang diperlukan.
4. adanya program walaupun sederhana, yang disusun berdasarkan data-data tentang sasaran yang dituju dan sebagainya.
5. adanya kontak-kontak terlebih dahulu dengan sasaran yang dituju, dengan instansi-instansi dan orang orang yang terkait.
Setelah persiapan matang, maka sesuai dengan hari tanggal yang telah ditentukan, mulai operasional, dengan cara selangkah, dari tepi-tepi mulai masuk ke tengah, dari yang sangat rendah dan ringan hingga yang lebih kompleks. Setelah tiap-tiap langkah diayunkan, perlu diadakan evaluasi, dalam rangka untuk memperbaiki langkah-langkah lebih lanjut.
Dalam membina dan membimbing masyarakat, digunakan asas, memberi pancing agar mereka dapat mencari ikan sendiri, dan bukannya selalu memberi ikan yang sudah matang kepada mereka. Pada dasarnya rakyat mau bekerja, suka kerja, yang perlu adalah diberikan bimbingan dan contoh bekerja yang berdaya guna, misalnya dalam bercocok tanam, beternak dan sebagainya. Petani miskin, sering kesulitan dalam mendapatkan bibit unggul, pupuk dan modal untuk mulai bercocok tanam, diberi modal dan teknik menanam yang baik. Kerja mencangkul itu pekerjaan yang berat, memerlukan energi yang cukup, sehingga orang lapar jelas tidak mampu mencangkul. Pemberian sekedar bahan makanan sebagai modal kerja, sering sangat diperluan.
Di Desa banyak tenaga anak-anak, remaja, pemuda, wanita yang menganggur, tetapi kerena tidak ada yang dikerjakan. Mereka akan senang jika diberi bibit ternak, diajak bekerja gotong royong, diberi bimbingan kerajinan dan sebagainya.
Mereka membutuhkan bantuan seperti tersebut di atas, mereka akan menjadi akrab dengan siapa yang membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan mereka itu. Tabu bagi mereka untuk meminta-minta, tetapi mereka dengan senang hati menerima uluran tangan dari orang-orang yang mereka percayai. Demikianlah cara pendekatan dakwah bi al-hal, didekati kebutuhannya, didekati hatinya menjadi akrablah mereka. Dalam kondisi yang demikian mereka tidak akan sungkan-sungkan untuk diajak membangun desanya, membangun pribadinya dengan iman dan taqwa.







KESIMPULAN
 Dakwah seyogyanya diletakkan di atas fondasi promosi kemanusiaan sehingga memperoleh kemajuan empiris di bidang kesehatan mental dan jasmani, ekonomi, hak politik, cita rasa budaya, kecerdasan emosi dan pikiran, kekayaan informasi serta sikap kritis.
 Setiap gerakan dakwah perlu merumuskan perencanaan dakwah yang muatan misinya tetap sesuai dengan ajaran Islam yang dipesankan al-Qur’an dan al-Sunnah, namun orientasi programnya perlu perlu berdasarkan data empirik dari potensi, masalah, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi masyarakat.
 Perkataan ataupun ucapan menyeru manusia ke jalan Allah adalah suatu amalan yang terbaik dan mulia. Tugas suci ini telah dilaksanakan oleh Rasul-Rasul Allah semenjak mula manusia diciptakan, yang telah dilaksanakan oleh Rasul-Rasul Allah S.W.T. antara lain Adam a.s., Nuh a.s, Hud a.s, Ibrahim a.s, Ismail a.s, .Ishak a.s. Ya'qub a.s. Yusuf a.s, Musa a.s, Daud a.s., Sulaiman a.s., Isa a.s. dan hingga ke akhir Rasulullah Muhammad s.a.w.
 Secara prinsipil seorang Muslim dituntut untuk tegas dalam menyampaikan kebenaran dan melarang dari kemunkaran. Rasul Saw. bersabda: "Barang siapa di antara kamu menjumpai kemunkaran maka hendaklah ia rubah dengan tangan (kekuasaan)nya, apabila tidak mampu hendaklah dengan lisannya, dan jika masih belum mampu hendaklah ia menolak dengan hatinya. Dan (dengan hatinya) itu adalah selemah-lemahnya iman". Hadits ini memberikan dorongan kepada orang Muslim untuk ber-amar ma'ruf dengan kekuasaan dalam arti kedudukan dan kemampuan fisik dan kemampuan finansial.
 Muzakarah itu hendaklah mengemukakan hujah-hujah yang jelas dan benar sehingga mereka tidak mampu berhujah lagi. Setelah terbukti kebenaran mereka hendaklah kembali kepada ajaran yang sebenar sebagaimana kisah ahli sihir firaun yang beriman kepada nabi Musa setelah terbukti kebenaran kerasulannya.
 Konsep dakwah juga adalah dakwah yang tidak menyempitkan cakrawala umat dalam emosi keagamaan dan keterpencilan sosial. dakwah yang diperlukan adalah dakwah yang mendorong perluasan partisipasi sosial. dakwah demikian juga akan memenuhi tuntutan individual misalnya, untuk saling menolong dalam mengatasi perkembangan atau perubahan sosial yang kian cepat.
 Sesuai dengan tuntutan pembangunan umat, maka gerakan dakwah hendaknya tidak hanya terfokus pada masalah-masalah Agama semata, tetapi mampu memberikan jawaban dari tuntutan realitas yang dihadapi masyarakat saat ini. Umat Islam pada lapisan bawah, tak sanggup menghubungkan secara tepat isi dakwah yang sering didengar melalui dakwah bi al-lisan dengan realitas yang begitu sulitnya kehidupan ekonomi sehari-hari.
DAFTAR REFERENSI
http://www.shiar-islam.com/doc3.htm
http://www.uii.ac.id/index.asp?u=1341&b=I&v=1&id=2
http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7526102957-apa-prioritas-dakwah-dalam-islam-shahih.htm
http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/apa-prioritas-dakwah-dalam-islam-yang.html
http://khairuddinhsb.blogspot.com/
http://mesejdakwah.blogspot.com/2008/01/dakwah-dalam-islam.html
http://www.alislamu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=176&Itemid=37
http://dakwah2u.blogspot.com/2007/08/konsep-dharurat-dalam-islam.html

Dakwah dalam pandangan Islam

BAB I
Pendahuluan

Dalam Munas Majelis Ulama Indonesia tahun 1985 dan dalam rakernya tahun 1987, telah mengambil keputusan tentang program dakwah bi al-hal. Salah satu rumusannya disebutkan bahwa tujuan dakwah bi al-hal antara lain untuk meningkatkan harkat dan martabat umat, terutama kaum dhu’afa atau kaum berpenghasilan rendah.1 Begitu juga halnya dengan Quraish Shihab, dalam bukunya "Membumikan al-Qur’an" beliau menyarankan agar pada masa sekarang ini (tahun 2000-an) gerakan dakwah yang harus segera digalakkan adalah dakwah bi al-hal atau dakwah pembangunan.
Realitanya konsep dakwah model ini kurang begitu menjadi pijakan bagi gerakan-gerakan dakwah yang dilakukan oleh lembaga maupun organisasi dakwah Islamiyah. Kalaupun ada gerakannya belum begitu massif dan radikal serta belum menyentuh tatanan sosial masyarakat yang membutuhkan. dakwah yang dilakukan sifatnya masih menoton bahkan bisa dikatakan sudah melenceng dari apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Sebagaimana yang dikatakan oleh Munir Mulkhan bahwa dakwah selama ini terlalu sibuk mengurusi Tuhan, bukan manusia. Akibatnya dakwah gagal mengembangkan daya rasional dan sikap empiris, kecuali memaksa orang dan dunia sosial menyesuaikan doktrin dan mengancam memasukkan ke dalam neraka.
Berangkat dari wacana diataslah dalam tulisan ini akan sedikit diulas hal ihwal tentang dakwah bi al-hal, baik dari konsep maupun keefektifannya dalam masa kini ketika dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan sosial. Seperti pengangguran, kemiskinan, dan sebagainya.













BAB II
Makna dakwah

Dakwah ibarat bolam (bola lampu) kehidupan, yang memberikan cahaya dan menerangi jalan kehidupan yang lebih baik, dari kegelapan menuju terang benderang, dari keserakahan menuju kedermawanan. dakwah merupakan bagian yang cukup terpenting dalam bagi umat saat ini tatkala manusia dilanda kegersangan spiritual, rapuhnya akhlak, maraknya korupsi, kolusi dan manipulasi, ketimpangan sosial, kerusuhan, kecurangan dan sederet tindakan-tindakan lainnya. Jelas bahwa dakwah merupakan seruan atau ajakan kepada keinsafan, atau usaha mengubah situasi yang buruk kepada situasi yang lebih baik dan sempurna.
Muhammad Natsir dalam bukunya "Fiqhud dakwah" mengatakan bahwa ada tiga metode dakwah yang relevan disampaikan ditengah masyarakat yakni dakwah bi al- lisan, bi al-kalam, dan yang terakhir bi al-hal.2 Dalam prakteknya dewasa ini, baru dakwah bi al-lisan yang sering dilakukan. Sementara dakwah bi al-kalam dan bi al-hal masih jauh dari harapan. Biarpun demikian, dewasa ini banyak organisasi/lembaga dakwah Islam mengambil peran dalam program dakwah bi al-hal seperti Muhammadiyah. Hal ini bisa dilihat pada produk-produk yang dikembangkan oleh Muhammadiyah sebagai konsekuensi dakwahnya seperti sekolah, madrasah, panti asuhan, yatim, koperasi dan sebagainya. Dari dakwah model Muhammadiyah tersebut kita dapat melihat bahwa dakwah tidak hanya dengan cara penyampaian secara lisan, tetapi juga dengan keteladanan dengan perbuatan nyata.
A. Muhammad SAW dan dakwah bi al-Hal
Kalau kita mau melihat sejarah Muhammad SAW dalam menyampaikan dakwahnya, ia tidak hanya bertabligh, mengajar, atau mendidik dan membimbing, tetapi juga sebagai uswatun hasanah. Ia juga memberikan contoh dalam pelaksanaanya, sangat memperhatikan dan memberikan arahan terhadap kehidupan sosial, ekonomi seperti pertanian, peternakan, perdagangan dan sebagainya.3
dakwah Nabi pun dalam periode Mekkah penuh dengan pengorbanan-pengorbanan baik raga, harta benda, bahkan jiwanya terancam akibat percobaan pembunuhan serta yang lebih berat lagi adalah korban perasaan, dari pada fitnah berupa ejekan, cemooh, cerca, penderitaan karena dikucilkan dan sebagainya. Demikian pula dalam periode Madinah para sahabat dan para pengikut Nabi, mereka bekerja keras dalam berbagai sektor kehidupan sosial, ekonomi dan sebagainya, orang-orang dari Anshor sebagian memberikan tanahnya, ternaknya, hartanya, kepada orang-orang Muhajirin yang telah kehabisan bekal. Rasul menghimpun harta benda untuk kepentingan pertahanan negara dan sebagainya.4
Jelaslah bahwa kalau kita mau bercermin pada sejarah Nabi, telah memberikan suritauladan dalam hidup dan melakukan dakwahnya beliau senantiasa menunjukkan satunya kata dengan tindakan. Nabi menunjukkan adanya kesatuan antara ucapan dan dengan perbuatan. Beliau tidak hanya hidup berdo’a dan berkhutbah, tanpa melakukan aksi sosial kemasyarakatan.
B. Reformasi Paradigma dakwah
Dari teladan dakwah yang demikian, maka sesungguhnya dakwah bukanlah sekedar retorika belaka, tetapi harus menjadi teladan tindakan sebagai dakwah pembangunan secara nyata. Ini dikarenakan akibat semakin meluasnya dan semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat yang perlu menerima dakwah, jadi dakwah harus menjadi “komunikasi non verbal” atau dakwah bi al-hal. Dalam artian bahwa, lembaga tidak hanya berpusat di masjid-masjid, di forum-forum diskusi, pengajian, dan semacamnya. dakwah harus mengalami desentralisasi kegiatan. Ia harus berada di bawah, di pemukiman kumuh, di rumah-rumah sakit, di teater-teater, di studio-studio film, musik, di kapal laut, kapal terbang, di pusat-pusat perdagangan, ketenagakerjaan, di pabrik-pabrik, di tempat-tempat gedung pencakar langit, di bank-bank, di pengadilan dan sebagainya.5
Model dakwah yang dilakukan secara verbal, oratorik dengan teks-teks al Qur’an dan Sunnah menempatkan dakwah dan pelakunya eksklusif selain menyimpang dari rahmatan lil ‘alamin dan juga dari tradisi kenabian Muhammad SAW. Hal itu meyebabkan kegagalan menampilkan Islam sebagai sesuatu yang menarik dan baik bagi semua orang dalam ragam hirarki keagamaan (santri abangan) faham keagamaan, golongan dan kelas. Bahkan merangkap Islam menjadi agama elit yang tidak terbuka bagi orang awam dan si miskin serta hanya beredar di dalam dirinya sendiri.6
Karenanya dakwah penting mempertimbangkan tujuan lebih luas yang bisa diperankan hampir semua orang yang berminat menebarkan praksis, dan praktik kebaikan, keadilan, kesejahteraan, dan kecerdasan. dakwah adalah kegiatan seni-budaya, politik, penelitian dan pengembangan iptek, produksi, pemasaran, jasa dan perdagangan, pendidikan, dan pers serta pembelaan mereka yang tertindas, melarat dan kelaparan. dakwah bukan hanya khutbah, pengajian dan kepesantrenan atau hanya bagi lembaga dengan nama resmi Islam yang hanya melibatkan suatau kelas keagamaan (santri).7
dakwah seyogyanya diletakkan di atas fondasi promosi kemanusiaan sehingga memperoleh kemajuan empiris di bidang kesehatan mental dan jasmani, ekonomi, hak politik, cita rasa budaya, kecerdasan emosi dan pikiran, kekayaan informasi serta sikap kritis. Dengan dakwah orang bisa melampaui batas dan perangkap materialisasi sistem, negara dan syari’ah, untuk sampai ke suatu fase spiritual dan metafisis yang bebas di antara sesama dan dihadapan Tuhan.8






BAB III
Peran Organisasi/ Lembaga dakwah dan Optimalisasi dakwah bil Hal

Dalam al-Qur’an surat Ali Imron ayat 104 Allah menyebutkan, “Adakanlah di antara kamu umat yan mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang baik dan melarang untuk berbuat kemungkaran. Mereka itulah orang-orang beruntung”. Ayat ini dijadikan landasan bagi bagi banyak organisasi/lembaga dakwah, dalam mendirikan organisasi/lembaga dakwah, dan bagi menyusun strategi dakwah. Dalam ayat ini umat Islam di perintahkan untuk mengadakan suatu badan/kelompok yang mengambil tugas mengerjakan dakwah.
Tetapi hingga kini kegiatan lembaga-lembaga dakwah Islam yang dikelola oleh kalangan cendikiawan masih memberikan kesan adanya ciri-ciri intelektual salon. Masih kebanyakan diantara kegiatan itu berbentuk serasehan, diskusi, seminar dan pernyataan dan pernyataan-pernyataan yang politis atau kegiatan publisitas. Sedangkan kegiatan di lapangan masih relatif sedikit. Banyak diantara lembaga dakwah kurang terjun ke bawah. Semuanya masih memberikan kesan yang elitis. Kalaupun ada kegiatan yang merakyat sifatnya masih memberi kesan amat politis. Program-progam dakwah yang dijalankan masih kurang nyambung dengan lapisan masyarakat bawah.9
Oleh karena itu sudah tiba waktunya bagi lembaga-lembaga dakwah Islamiyah untuk memulai program pembaharuan dakwah meyeluruh dan program masuk desa secara besar-besaran. Disini perlu ada beberapa langkah dan orientasi gerakan dakwah yang perlu dirumuskan ulang. Pertama, setiap gerakan dakwah perlu merumuskan orientasi yang lebih spesifik dalam memadukan dakwah bi al-lisan dengan bi al-hal bagi daerah atau masyarakat di pedesan. Hal itu diperlukan kekhususan potensi, masalah dan tantangan yang dihadapi tidak sama dengan penduduk dan daerah perkotaan.
Kedua, setiap gerakan dakwah perlu merumuskan perencanaan dakwah yang muatan misinya tetap sesuai dengan ajaran Islam yang dipesankan al-Qur’an dan al-Sunnah, namun orientasi programnya perlu perlu berdasarkan data empirik dari potensi, masalah, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi masyarakat. Ketiga, berkaitan dengan bentuk dan jenis program. Program dan kegiatan dakwah bagi masyarakat pedesaan harus dirumuskan secara lebih bervariasi dan lebih kongkrit berdasarkan kebutuhan, permasalahan, dan tuntutan konkrit masyarakat dakwah setempat.10
Sesuai dengan tuntutan pembangunan umat, maka gerakan dakwah hendaknya tidak hanya terfokus pada masalah-masalah Agama semata, tetapi mampu memberikan jawaban dari tuntutan realitas yang dihadapi masyarakat saat ini. Umat Islam pada lapisan bawah, tak sanggup menghubungkan secara tepat isi dakwah yang sering didengar melalui dakwah bi al-lisan dengan realitas yang begitu sulitnya kehidupan ekonomi sehari-hari. Untuk gerakan dakwah dituntut secara maksimal agar mampu melakukan dakwah bi al-hal (dalam bentuk nyata).11 dakwah harus mencakup perbuatan nyata (bi al-hal) yang berupa uluran tangan oleh si kaya kepada si miskin, pengayoman hukum, dan sebagainya. Perluasan kegiatan dakwah (desentralisasi) yang dibarengi oleh verifikasi mubaligh, akan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kita, yang juga semakin beragam, serta meluasnya diverensiasi sosial.12
Dakwah dengan tindakan nyata berupa bantuan materi: pangan gratis, susu gratis, pakaian gratis, pengobatan cuma-cuma, modal untuk membentuk koperasi kecil-kecilan, dana untuk pembuatan sumur-sumur bersih, memperbaiki gubuk tempat tinggal, membiayai sekolah anak-anak mereka, dan sebagainya. Pembangunan masjid juga merupakan bentuk dakwah nyata, tetapi dakwah pembangunan masjid ini tidak terlalu penting apabila jumlah jamaahnya semakin menipis.
Konsep dakwah juga adalah dakwah yang tidak menyempitkan cakrawala umat dalam emosi keagamaan dan keterpencilan sosial. dakwah yang diperlukan adalah dakwah yang mendorong perluasan partisipasi sosial. dakwah demikian juga akan memenuhi tuntutan individual misalnya, untuk saling menolong dalam mengatasi perkembangan atau perubahan sosial yang kian cepat.
Dalam persiapan untuk mulai melaksanakan dakwah bi al-hal diperlukan:
1. adanya badan atau kelompok orang yang terorganisasi, walaupun kecil dan sederhana.
2. adanya tenaga potensial, terdiri dari beberapa orang dengan pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing seperti: tenaga pengelola/koordinator tenaga pelaksana di lapangan yang akrab dengan pekerja-pekerja sosial, tenaga yang berpengetahuan, tentang kesehatan, gizi, pertanian, koperasi dan sebagainya, dan tenaga mubaligh atau guru agama, dan yang terakhir tetapi sangat penting ialah tenaga penghimpun dana.
3. adanya dana dan sarana-sarana yang diperlukan.
4. adanya program walaupun sederhana, yang disusun berdasarkan data-data tentang sasaran yang dituju dan sebagainya.
5. adanya kontak-kontak terlebih dahulu dengan sasaran yang dituju, dengan instansi-instansi dan orang orang yang terkait.
Setelah persiapan matang, maka sesuai dengan hari tanggal yang telah ditentukan, mulai operasional, dengan cara selangkah, dari tepi-tepi mulai masuk ke tengah, dari yang sangat rendah dan ringan hingga yang lebih kompleks. Setelah tiap-tiap langkah diayunkan, perlu diadakan evaluasi, dalam rangka untuk memperbaiki langkah-langkah lebih lanjut.
Dalam membina dan membimbing masyarakat, digunakan asas, memberi pancing agar mereka dapat mencari ikan sendiri, dan bukannya selalu memberi ikan yang sudah matang kepada mereka. Pada dasarnya rakyat mau bekerja, suka kerja, yang perlu adalah diberikan bimbingan dan contoh bekerja yang berdaya guna, misalnya dalam bercocok tanam, beternak dan sebagainya. Petani miskin, sering kesulitan dalam mendapatkan bibit unggul, pupuk dan modal untuk mulai bercocok tanam, diberi modal dan teknik menanam yang baik. Kerja mencangkul itu pekerjaan yang berat, memerlukan energi yang cukup, sehingga orang lapar jelas tidak mampu mencangkul. Pemberian sekedar bahan makanan sebagai modal kerja, sering sangat diperluan.
Di Desa banyak tenaga anak-anak, remaja, pemuda, wanita yang menganggur, tetapi kerena tidak ada yang dikerjakan. Mereka akan senang jika diberi bibit ternak, diajak bekerja gotong royong, diberi bimbingan kerajinan dan sebagainya.
Mereka membutuhkan bantuan seperti tersebut di atas, mereka akan menjadi akrab dengan siapa yang membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan mereka itu. Tabu bagi mereka untuk meminta-minta, tetapi mereka dengan senang hati menerima uluran tangan dari orang-orang yang mereka percayai. Demikianlah cara pendekatan dakwah bi al-hal, didekati kebutuhannya, didekati hatinya menjadi akrablah mereka. Dalam kondisi yang demikian mereka tidak akan sungkan-sungkan untuk diajak membangun desanya, membangun pribadinya dengan iman dan taqwa.





BAB IV
Adab Bermuzakarah (berdakwah) Dalam Islam

Syariat Islam telah menggariskan prinsip-prinsip serta adab untuk bermuzakarah, berdialog dan berbincang dalam sesuatu perkara. Perbincangan tersebut berteraskan kepada akal yang sihat, pemikiran yang bernas serta berdebatan yang dilakukan dengan sebaik-baiknya. Kesemua ini bertujuan untuk mencari kebenaran, kebaikan dan manfaat manusia seluruhnya. Perbezaan pendapat manusia sama ada dalam perkara agama atau dunia merupakan merupakan lumrah hidup dan tabie manusia.
Antara sebab-sebab timbulnya perbezaan pendapat ialah kefahaman terhadap sesuatu nas dan dalil yang dipegang atau perbezaan istilah bahasa. Di samping itu, berpegang kepada taklid semata-mata tanpa ada ilmu pengetahuan., kefanatikan terhadap pandangannya, hasad dengki dan mengikut hawa nafsu. Al-Quran telah menegaskan kerasulan nabi Muhammad dan setengah daripada golongaan musyrikin itu mengakui kebenaran Rasul. Oleh kerana perasaan fanatik, hasad dengki dan sombong menyebabkan mereka mengingkari kerasulan Muhammad s.a.w.
Di samping mengakui adanya perbezaan pendapat, Islam juga menggariskan panduan untuk umatnya bermuzakarah dan berdialog. Dalam tradisi keilmuan Islam, ada puluhan buah buku yang menulis mengenai perkara ini atas berbagai tajuk seperti Ilmu al-Jidal (Ilmu Berdebat), Adab al-Iktilaf (Adab Perbezaan Pendapat) dan Adab al-Hiwar (Adab Berdialog). Antara buku tersebut ialah al-Kifayah fi fann al-Jidal oleh Imam al-Haramain (m,. 478H ), al-Ma’unah fi al-Jidal oleh Syirazi (m. 476H) dan Tarikh al-Jidal oleh Muhammad Abu Zahrah, Adab al-Iktilaf oleh Dr. Taha Jabir al-Alwani dan Adab al-Hiwar oleh Syeikh Sayyid Muhammad al-Tantawi.
Antara adab-adab bermuzakarah yang digariskan oleh syariat Islam ialah muzakarah itu mestilah berprinsipkan kebenaran, jauh dari pembohongan dan waham. Al-Quran telah merakamkan dialog antara nabi Musa dengan firaun ketika mana nabi Musa mengadap firaun atas perintah Allah. Nabi Musa memperkenalkan dirinya sebagai seorang rasul dan membawa bukti keesaan Tuhan dari kejadian alam. Tetapi firaun yang tidak dapat menjawab hujah-hujah nabi Musa menganggap nabi Musa sebagai gila dan ahli sihir. Perbicaraan firaun adalah untuk menegakkan kebatilan. Akhirnya beliau mengugut nabi Musa untuk memenjarakannya. (Taha 42-69, al-Syu’ara 10-48). Perkara yang penting di sini ialah jawapan serta hujah nabi Musa adalah untuk mencari kebenaran yang lahir dari hati yang bersih, jauh daripada penipuan.
Muzakarah itu hendaklah berpegang kepada tajuk yang dibincangkan iaitu tidak keluar dari tema yang mereka perselisihkan. Al-Quran menceritakan kisah kaum nabi Nuh yang menyatakan kepadanya

“ Berkata dari golongan bangsawan kaumnya, sesungguhnya kami melihat engkau dalam kesesatan yang nyata.” (al-Araf 60).

Lalu dijawab oleh nabi Nuh, “Wahai kaumku, sesunguhnya aku bukan berada dalam keadaan kesesatan tetapi aku adalah rasul yang diutuskan dari Tuhan semesta alam. Aku menyampaikan kepada kamu risalah Tuhanku dan menasihati kamu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu tidak mengetahui” (al-Araf 61-62)
Ternyata ayat diatas, jawapan yang diberikan oleh nabi Nuh berteraskan kepada tema persoalan yang ditimbulkan oleh kaumnya dan tidak lari dari tajuk perbincangan.
Muzakarah itu hendaklah mengemukakan hujah-hujah yang jelas dan benar sehingga mereka tidak mampu berhujah lagi. Setelah terbukti kebenaran mereka hendaklah kembali kepada ajaran yang sebenar sebagaimana kisah ahli sihir firaun yang beriman kepada nabi Musa setelah terbukti kebenaran kerasulannya. Begitu juga kita hendaklah kembali kepada kebenaran walaupun orang yang benar itu adalah orang bawahan kita dan kita sanggup menyatakan saya silap dan engkau betul.
Ahli-ahli muzakarah tersebut mestilah bersifat merendah diri dan menjauhkan diri dari sifat sombong serta banga diri. Lihatlah kisah nabi Sulaiman bersama-sama burung Hud-Hud. Walaupun nabi Sulaiman memiliki kerajaan yang besar namun ia menerima hujah burung itu dengan rendah diri dan bercakap secara hikmah dan lembut. (al-Naml 20-44)
Ahli muzakarah itu hendaklah memberi peluang kepada orang lain memberi pendapat atau hujah sama ada dari pihaknya atau pihak pembangkang. Ia tidak boleh memotong percakapan orang lain atau menyakitinya. Ini terbukti melalui dialog Allah dengan Iblis yang tidak mahu sujud kepada nabi Adam. Allah memberi seluas-luasnya peluang kepada Iblis untuk berhujah dan Iblis menyatakan ia lebih mulia dari Adam kerana Adam dijadikan dari tanah sedangkan dirinya dijadikan dari api.
Setelah Allah menjatuhkan hukuman dengan mengeluarkan Iblis dari Syurga, ia masih lagi mengutarakan hujah-hujah sehingga akhirnya ia bersumpah untuk menyesatkan seluruh manusia kecuali orang yang ikhlas beribadat kepada Allah. Akhirnya Allah menyebutkan bahawa Iblis akan dinantikan di akhirat kelak untuk menerima balasan. (al-Baqarah 34, al-Hijr 30-42, al-Isra’ 61-65, al-Araf 16-17) Di sini Allah memberi peluang kepadanya untuk mengatakan isi hatinya dan keinginan hawa nafsu untuk menyesatkan manusia.
Ahli-ahli muzakarah mestilah menghormati pandangan orang lain yang bercakap baik ketika memberi hujah-hujah yang bernas walaupun berbeza dengan pandangannya. Ini terbukti melalui peristiwa muzakarah Abu Bakar dengan Umar bin Khattab mengenai pengumpulan al-Quran selepas perang Yamamah. Abu Bakar pada mulanya enggan menerima tetapi apabila berlaku muzakarah dengan Umar, maka Abu Bakar mengakui kebenaran Umar dalam mengumpul dan menulis al-Quran. Begitu juga kisah Umar bin Khattab mengakui kebenaran Abu Bakar ketika mengisytiharkan perang terhadap orang murtad dan orang yang enggan mengeluarkan zakat yang pada mulanya dipersetujui oleh
Ahli-ahli muzakarah tidak boleh menghukum secara umum dan hendaklah sentiasa berhati-hati dalam kata-kata. Di samping itu, hendaklah meneliti sesuatu masalah dengan penelitian yang rapi. Tidak menggunakan sesuatu istilah atau lafaz kecuali pada tempat yang betul. Ia perlu berdasarkan maklumat yang tepat dan bukan berdasarkan berita angin.
Firman Allah yang bermaksud : “ Wahai orang yang beriman, apabila datang kepada kamu orang fasik membawa sesuatu berita hendaklah kamu selidiki terlebih dahulu dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan kamu itu.” (al-Hujarat 6)
Perkara yang penting ialah setiap perkataan dan perbuatan merupakan amanah dan tanggungjawab yang akan disoal di Akhirat kelak. Manusia bertanggungjawab atas apa yang dicakapkannya.
Imam Abdullah bin Mubarak menceritakan kisah seorang wanita tua yang ditemui pada musim haji di Madinah al-Munawwarah selepas menziarahi makam Rasulullah s.a.w. yang mana ia tidak bercakap kecuali dengan jawapan dari ayat-ayat al-Quran. Ketika Abdullah memberi salam maka dijawabnya dengan ayat 58 surah Yassin “ Salam sejahtera dari Tuhan yang Maha Penyayang”. Apabila ditanya ke mana ia hendak pergi dijawabnya dengan ayat 1 dalam surah al-Isra’ , “ Maha Suci Allah yang memperjalankan hambanya pada waktu malam dari Masjid al-Haram ke Majid al-Aqsa yang diberkati sekelilingnya.” Begitulah seterusnya dialog antara mereka dan apabila ditanya apakah menyebabkan beliau menjawab dengan ayat-ayat al-Quran, lalu dijawabnya bahawa setiap perkataan merupakan amanah dan beliau telah berbuat demikian lebih dari empat puluh tahun.
Islam juga menyuruh umatnya supaya berdialog dan bermuzakarah dengan orang bukan Islam dengan sebaik-baiknya : Firman Allah yang bermaksud
“ Janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab melainkan dengan cara paling baik kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.” (al-Ankabut 46) Dalam hadis terdapat sabda Rasulullah yang bermaksud :“ sesiapa yang menyakiti orang kafir zimmi maka ia menyakiti aku, dan sesiapa yang menyakiti aku maka ia menyakiti Allah.”
Dalam konteks sekarang adab bermuzakarah perlu difahami oleh setiap individu masyarakat kerana perkara ini sentiasa dihadapi oleh kita dalam setiap masa dan tempat. Sementara itu, dialog peradaban dan agama amat penting dalam memastikan tamadun yang dibina itu benar-benar mantap. Oleh demikian, adab-adab yang telah digariskan oleh syariat Islam sewajibnya dipatuhi supaya ia menghasilkan natijah yang terbaik dalam setiap perbincangan dan dialog.
Sikap fanatik kepada kumpulannya sebelum berlakunya muzakarah dan dialog tidak akan membawa kebenaran yang diharapkan malah mungkin akan menimbulkan keadaan yang lebih parah lagi,. Sikap keterbukaan amat perlu kepada setiap individu ahli muzakarah dan dialog untuk mencari kebenaran dan keadilan terbaik.
Bermuzakarah dan berdialog ini bukan tertumpu kepada soal pemerintahan tetapi ia juga berlaku antara suami isteri, anak dan bapa, jiran tetanga dan masyarakat. Pendek kata, ia berlaku dalam semua peringkat masyarakat dan adab-adab tersebut mestilah dipatuhi. Apabila adab-adab tersebut dipatuhi dan dihormati nescaya lahirnya masyarakat yang makmur dan dirahmati Allah.




Penutup

 Dakwah bil hal diharapkan menunjang segi-segi kehidupan masyarakat, sehingga pada akhirnya setiap komunitas memiliki kemampuan untuk mengatasi kebutuhan dan kepentingan anggotanya, khususnya dalam bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat. Sebagai catatan akhir ketika masyarakat sekarang ini sedang dilanda berbagai ketimpangan, kesenjangan baik sosial, politik maupun ekonomi maka gerakan-gerakan dakwah Islam dituntut untuk lebih tampil sebagai pemandu dan pembimbing masyarakat dan pengayom.
 Muhammad Natsir dalam bukunya "Fiqhud dakwah" mengatakan bahwa ada tiga metode dakwah yang relevan disampaikan ditengah masyarakat yakni dakwah bi al- lisan, bi al-kalam, dan yang terakhir bi al-hal.
 Dakwah seyogyanya diletakkan di atas fondasi promosi kemanusiaan sehingga memperoleh kemajuan empiris di bidang kesehatan mental dan jasmani, ekonomi, hak politik, cita rasa budaya, kecerdasan emosi dan pikiran, kekayaan informasi serta sikap kritis.
 Setiap gerakan dakwah perlu merumuskan perencanaan dakwah yang muatan misinya tetap sesuai dengan ajaran Islam yang dipesankan al-Qur’an dan al-Sunnah, namun orientasi programnya perlu perlu berdasarkan data empirik dari potensi, masalah, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi masyarakat.
 Muzakarah itu hendaklah mengemukakan hujah-hujah yang jelas dan benar sehingga mereka tidak mampu berhujah lagi. Setelah terbukti kebenaran mereka hendaklah kembali kepada ajaran yang sebenar sebagaimana kisah ahli sihir firaun yang beriman kepada nabi Musa setelah terbukti kebenaran kerasulannya.
 Konsep dakwah juga adalah dakwah yang tidak menyempitkan cakrawala umat dalam emosi keagamaan dan keterpencilan sosial. dakwah yang diperlukan adalah dakwah yang mendorong perluasan partisipasi sosial. dakwah demikian juga akan memenuhi tuntutan individual misalnya, untuk saling menolong dalam mengatasi perkembangan atau perubahan sosial yang kian cepat.
 Sesuai dengan tuntutan pembangunan umat, maka gerakan dakwah hendaknya tidak hanya terfokus pada masalah-masalah Agama semata, tetapi mampu memberikan jawaban dari tuntutan realitas yang dihadapi masyarakat saat ini. Umat Islam pada lapisan bawah, tak sanggup menghubungkan secara tepat isi dakwah yang sering didengar melalui dakwah bi al-lisan dengan realitas yang begitu sulitnya kehidupan ekonomi sehari-hari.
 Untuk gerakan dakwah dituntut secara maksimal agar mampu melakukan dakwah bi al-hal (dalam bentuk nyata). dakwah harus mencakup perbuatan nyata (bi al-hal) yang berupa uluran tangan oleh si kaya kepada si miskin, pengayoman hukum, dan sebagainya.
DAFTAR REFERENSI
http://www.shiar-islam.com/doc3.htm
http://www.uii.ac.id/index.asp?u=1341&b=I&v=1&id=2
http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7526102957-apa-prioritas-dakwah-dalam-islam-shahih.htm
http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/apa-prioritas-dakwah-dalam-islam-yang.html
http://khairuddinhsb.blogspot.com/
http://mesejdakwah.blogspot.com/2008/01/dakwah-dalam-islam.html
http://www.alislamu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=176&Itemid=37
http://dakwah2u.blogspot.com/2007/08/konsep-dharurat-dalam-islam.html

Dakwah dalam Islam

BAB I
PENDAHULUAN

Allah berfirman yang bermaksud:
"Siapakah yang terlebih baik perkataannya daripada orang yang Menyeru kepada Allah dan beramal soleh seraya berkata: "Sesungguhnya saya salah seorang Muslim." (Fussshilat ayat 33)
Perkataan ataupun ucapan menyeru manusia ke jalan Allah adalah suatu amalan yang terbaik dan mulia. Tugas suci ini telah dilaksanakan oleh Rasul-Rasul Allah semenjak mula manusia diciptakan, yang telah dilaksanakan oleh Rasul-Rasul Allah S.W.T. antara lain Adam a.s., Nuh a.s, Hud a.s, Ibrahim a.s, Ismail a.s, .Ishak a.s. Ya'qub a.s. Yusuf a.s, Musa a.s, Daud a.s., Sulaiman a.s., Isa a.s. dan hingga ke akhir Rasulullah Muhammad s.a.w.
Semua mereka menyeru ke jalan Allah, jalan yang benar dan melarang manusia dari perbuatan yang keji dan jahat.
Semua utusan Allah itu telah melaksanakan tugas mereka dengan baik dengan tidak mengharapkan apa-apa upah, malah mereka telah mengorbankan harta benda malah banyak pula diantara mereka yang dikejaar-kejar dan ingin dibunuh, seperti apa yang telah dialami oleh Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. dan juga apa yang telah dialami oleh Nabi Muhammad s.a.w.
Rasulullah s.a.w.mengajak manusia ke jalan Allah dengan lemah lembut dan kasih sayang sesuai dengan Firman Allah yang maksudnya:
"Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah (kebijaksanaan) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dijalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."(Annahl:125)
Usaha menyeru manusia ke jalan Allah bukanlah pekerjaan yang mudah, ia memerlukan pengorbanan segalanya, baik tenaga, harta benda jika diperlukan nyawa sekalipun. Usaha yang mulia ini akan berhadapan dengan banyak halangan dan rintangan yang datangnya dari berbagai penjuru. Jika kita tabah menghadapinya Insya-Allah usaha Dakwah kita akan berjaya..
Sejak Adam a.s. hingga hari kiamat syaitan bekerja keras untuk menyesatkan Adam a.s. dan anak cucunya. Bila syaitan menjelma menjadi manusia, maka syaitan manusia ini akan berusaha keras untuk menghalang segala pekerjaan yang baik, terutama sekali Dakwah ke jalan Allah, menyeru kepada yang baik dan melarang daripada yang mungkar. Mereka akan bekerjasama menghalang Dakwah dengan berbagai cara dan daripada mereka ini kita tidak dapat mengharapkan apa-apa pertolongan. Kita perlu berusaha sendiri. Insya Allah dengan usaha yang tidak mengenal putus asa dan dengan pertolongan Allah Nabi s.a.w.telah mencapai kejayaan.
Kita teringat betapa susahnya Nabi berdakwah dalam menyampaikan seruan Allah. Nabi s.a.w. dihina, difitnah, dituduh orang gila, dikejar-kejar malah mau dibunuh. Baginda pergi ke Taif untuk menyampaikan Dakwahnya. Di sana beliau telah disambut dengan cercaan dan makian. Malah mereka menyuruh budak kecil melempari Nabi s.a.w. dengan batu kayu dan sebagainya, sehingga tubuhnya penuh dengan luka dan kakinya berdarah. Dalam keadaan seperti itu Rasulallah s.a.w. hanya berdo'a:
"Ya Allah tunjukilah kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahuinya."
Kaum jahiliyah Quraisy terus sahaja berusaha untuk menghalang perjuangan Nabi s.a.w. Tidak cukup dengan cacian dan makian, melemparkan kotoran ke tubuh Baginda, meletakkan duri di depan rumah Baginda, malah Rasulallah s.a.w. dan kaumnya bani Hasyim dan bani Muthalib dipulaukan hingga hampir tiga tahun lamanya.
Mereka dibiarkan di sebuah lembah yang kering kontang, dan tidak dibenarkan siapapun untuk memberikan apa-apa pertolongan.Tidak cukup dengan berbagai penganiaayaan dan kezaliman malah mereka telah membuat pakatan untuk membunuh Nabi s.a.w. Akhirnya Rasulallah s.a.w. diperintahkan Hijrah ke Yathrib (Madinah).
Di Madinah Dakwah Nabi s.a.w.mendapat sambutan diluar dugaan. Di Madinah Nabi s.a.w. disamping mendirikan masjid Rasulullah s.a.w., telah mempersaudarakan kaum Muslimin yang datang dari Makkah (Muhajirin) dengan kaum Muslimin di Madinah (Ansor). Disamping itu Nabi telah berjaya menyatupadukan semua pendudukan Madinah yang terdiri daripada berbilang kaum dan agama, dengan membuat perjajian yang terkenal dengan Piagam Madinah.
Alhamdulillah berkat usaha yang gigih dan tak pernah mengenal putus asa yang berlandaskan niat yang ikhlas menyeru manusia kejalan Allah, jalan yang menyelamatkan manusia daripada kesesatan dan kehancuran, akhirnya Nabi sa.w, dengan pertolongan Allah s.w.t. dan bantuan daripada semua sahabat yang setia dalam perjuangan Rasulullah s.a.w. telah memperoleh kejayaan. Kemudian usaha yang mulia dan suci ini telah dilanjutkan oleh para alim-ulama dan cerdik pandai Islam lainnya. Dengan bantuan daripada semua pihak terutama daripada para hartawan dan dermawan, akhirnya usaha yang mulia ini telah mendapat pengikut sehingga seperlima daripada penduduk dunia.
Tanggung jawab menyeru ke jalan Allah adalah menjadi tanggung jawab semua pihak, mereka yang tak boleh berdakwah dengan lisan, boleh berdakwah dengan harta benda. Ataupun sekurangg-kurangnya berdakwah dengan contoh teladan yang baik, semoga dengan demikian Insya-Allah usaha yang mulia ini diberkati dan akan memperoleh kejayaan.




BAB II
PRINSIP DA'WAH DALAM AL QUR'AN

A. Pengertian dan Tujuan Da'wah
Da'wah Secara lughawi berasal dari bahasa Arab, da'wah yang artinya seruan, panggilan, undangan. Secara istilah, kata da'wah berarti menyeru atau mengajak manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh berbuat kebajikan dan melarang perbuatan munkar yang dilarang oleh Allah Swt. dan rasul-Nya agar manusia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Syaikh Ali Mahfuzh -murid Syaikh Muhammad Abduh- sebagai pencetus gagasan dan penyusunan pola ilmiah ilmu da'wah memberi batasan mengenai da'wah sebagai: "Membangkitkan kesadaran manusia di atas kebaikan dan bimbingan, menyuruh berbuat ma'ruf dan maencegah dari perbuatan yang munkar, supaya mereka memperoleh keberuntungan kebahagiaan di dunia dan di akhirat."
Da'wah adalah usaha penyebaran pemerataan ajaran agama di samping amar ma'ruf dan nahi munkar. Terhadap umat Islam yang telah melaksanakan risalah Nabi lewat tiga macam metode yang paling pokok yakni da'wah, amar ma'ruf, dan nahi munkar, Allah memberi mereka predikat sebagai umat yang berbahagia atau umat yang menang.
Adapun mengenai tujuan da'wah, yaitu:
pertama, mengubah pandangan hidup. Dalam QS. Al Anfal: 24 di sana di siratkan bahwa yang menjadi maksud dari da'wah adalah menyadarkan manusia akan arti hidup yang sebenarnya. Hidup bukanlah makan, minum dan tidur saja. Manusia dituntut untuk mampu memaknai hidup yang dijalaninya.
Kedua, mengeluarkan manusia dari gelap-gulita menuju terang-benderang. Ini diterangkan dalam firman Allah: "Inilah kitab yang kami turunkan kepadamu untuk mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada terang-benderang dengan izin Tuhan mereka kepada jalan yang perkasa, lagi terpuji." (QS. Ibrahim: 1)
B. Urgensi dan Strategi Amar ma'ruf Nahi munkar
Dalam Al-Qur'an dijumpai lafadz "amar ma'ruf nahi munkar" pada beberapa tempat. Sebagai contoh dalam QS. Ali Imran: 104: "Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung". Hasbi Ash Siddieqy menafsirkan ayat ini: "Hendaklah ada di antara kamu suatu golongan yang menyelesaikan urusan dawah, menyuruh ma'ruf (segala yang dipandang baik oleh syara` dan akal) dan mencegah yang munkar (segala yang dipandang tidak baik oleh syara` dan akal) mereka itulah orang yang beruntung."
Dalam ayat lain disebutkan "Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan bagi umat manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah" (QS. Ali Imran: 110). Lafadz amar ma'ruf dan nahi munkar tersebut juga bisa ditemukan dalam QS. At Taubah: 71, Al Hajj: 41, Al-A'raf: 165, Al Maidah: 78-79 serta masih banyak lagi dalam surat yang lain.
Bila dicermati, ayat-ayat di atas menyiratkan bahwa amar ma'ruf nahi munkar merupakan perkara yang benar-benar urgen dan harus diimplementasikan dalam realitas kehidupan masyarakat. Secara global ayat-ayat tersebut menganjurkan terbentuknya suatu kelompok atau segolongan umat yang intens mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kejelekan. Kelompok tersebut bisa berupa sebuah organisasi, badan hukum, partai ataupun hanya sekedar kumpulan individu-individu yang sevisi. Anjuran tersebut juga dikuatkan dengan hadits Rasulullah: "Jika kamu melihat umatku takut berkata kepada orang dzhalim, 'Hai dzhalim!', maka ucapkan selamat tinggal untuknya."
Dari ayat-ayat di muka dapat ditangkap bahwa amar ma'ruf dan nahi munkar merupakan salah satu parameter yang digunakan oleh Allah dalam menilai kualitas suatu umat. Ketika mengangkat kualitas derajat suatu kaum ke dalam tingkatan yang tertinggi Allah berfirman: "Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia." Kemudian Allah menjelaskan alasan kebaikan itu pada kelanjutan ayat: "Menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar." (QS. Ali Imran: 110). Demikian juga dalam mengklasifikasikan suatu umat ke dalam derajat yang serendah-rendahnya, Allah menggunakan eksistensi amar ma'ruf nahi munkar sebagai parameter utama. Allah Swt. berfirman: "Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Isra'il melalui lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat." (QS. Al Maidah 78-79). Dari sinipun sebenarnya sudah bisa dipahami sejauh mana tingkat urgensitas amar ma'ruf nahi munkar.
Bila kandungan ayat-ayat amar ma'ruf nahi munkar dicermati, -terutama ayat 104 dari QS. Ali Imran- dapat diketahui bahwa lafadz amar ma'ruf dan nahi munkar lebih didahulukan dari lafadz iman, padahal iman adalah sumber dari segala rupa taat. Hal ini dikarenakan amar ma'ruf nahi munkar adalah bentengnya iman, dan hanya dengannya iman akan terpelihara. Di samping itu, keimanan adalah perbuatan individual yang akibat langsungnya hanya kembali kepada diri si pelaku, sedangkan amar ma'ruf nahi munkar adalah perbuatan yang berdimensi sosial yang dampaknya akan mengenai seluruh masyarakat dan juga merupakan hak bagi seluruh masyarakat.
Hamka berpendapat bahwa pokok dari amar ma'ruf adalah mentauhidkan Allah, Tuhan semesta alam. Sedangkan pokok dari nahi munkar adalah mencegah syirik kepada Allah. Implementasi amar ma'ruf nahi munkar ini pada dasarnya sejalan dengan pendapat khalayak yang dalam bahasa umumnya disebut dengan public opinion, sebab al ma'ruf adalah apa-apa yang disukai dan diingini oleh khalayak, sedang al munkar adalah segala apa yang tidak diingini oleh khalayak. Namun kelalaian dalam ber-amar ma'ruf telah memberikan kesempatan bagi timbulnya opini yang salah, sehingga yang ma'ruf terlihat sebagai kemunkaran dan yang munkar tampak sebagai hal yang ma'ruf.
Konsisnten dalam ber-amar ma'ruf nahi munkar adalah sangat penting dan merupakan suatu keharusan, sebab jika ditinggalkan oleh semua individu dalam sebuah masyarakat akan berakibat fatal yang ujung-ujungnya berakhir dengan hancurnya sistem dan tatanan masyarakat itu sendiri. Harus disadari bahwa masyarakat itu layaknya sebuah bangunan. Jika ada gangguan yang muncul di salah satu bagian, amar ma'ruf nahi munkar harus senantiasa diterapkan sebagai tindakan preventif melawan kerusakan. Mengenai hal ini Rasulullah Saw. memberikan tamsil: "Permisalan orang-orang yang mematuhi larangan Allah dan yang melanggar, ibarat suatu kaum yang berundi di dalam kapal. Di antara mereka ada yang di bawah. Orang-orang yang ada di bawah jika hendak mengambil air harus melawati orang-orang yang ada di atas meraka. Akhirnya mereka berkata 'Jika kita melubangi kapal bagian kita, niscaya kita tidak akan mengganggu orang yang di atas kita'. Jika orang yang di atas membiarkan mereka melubangi kapal, niscaya semua akan binasa. Tetapi jika orang yang di atas mencegah, maka mereka dan semuannya akan selamat."
Suatu kaum yang senantiasa berpegang teguh pada prinsip ber-amar ma'ruf nahi munkar akan mendapatkan balasan dan pahala dari Allah Swt. yang antara lain berupa:
1. Ditinggikan derajatnya ke tingkatan yang setinggi-tingginya (QS. Ali Imran: 110).
2. Terhindar dari kebinasaan sebagaimana dibinasakannya Fir'aun beserta orang-orang yang berdiam diri ketika melihat kedzalimannya.
3. Mendapatkan pahala berlipat dari Allah sebagaimana sabda Nabi Saw.: "Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya sampai hari kiamat, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun".
4. Terhindar dari laknat Allah sebagai mana yang terjadi pada Bani Isra'il karena keengganan mereka dalam mencegah kemunkaran. (QS. Al-Maidah: 78-79).
Secara prinsipil seorang Muslim dituntut untuk tegas dalam menyampaikan kebenaran dan melarang dari kemunkaran. Rasul Saw. bersabda: "Barang siapa di antara kamu menjumpai kemunkaran maka hendaklah ia rubah dengan tangan (kekuasaan)nya, apabila tidak mampu hendaklah dengan lisannya, dan jika masih belum mampu hendaklah ia menolak dengan hatinya. Dan (dengan hatinya) itu adalah selemah-lemahnya iman". Hadits ini memberikan dorongan kepada orang Muslim untuk ber-amar ma'ruf dengan kekuasaan dalam arti kedudukan dan kemampuan fisik dan kemampuan finansial. Amar ma'ruf dan khususnya nahi munkar minimal diamalkan dengan lisan melalui nasihat yang baik, ceramah-ceramah, ataupun khutbah-khutbah, sebab semua. Muslim tentunya tidak ingin bila hanya termasuk di dalam golongan yang lemah imannya.
Da'wah dan amar ma'ruf nahi munkar dengan metode yang tepat akan menghantarkan dan menyajikan ajaran Islam secara sempurna. Metode yang di terapkan dalam menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar tersebut sebenarnya akan terus berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakat yang dihadapi para da'i. Amar ma'ruf dan nahi munkar tidak bertujuan memperkosa fitrah seseorang untuk tunduk dan senantiasa mengikuti tanpa mengetahui hujjah yang dipakai, tetapi untuk memberikan koreksi dan membangkitkan kesadaran dalam diri seseorang akan kesalahan dan kekurangan yang dimiliki.
Ketegasan dalam menyampaikan amar ma'ruf dan nahi munkar bukan berarti menghalalkan cara-cara yang radikal. Implementasinya harus dengan strategi yang halus dan menggunakan metode tadarruj (bertahap) agar tidak menimbulkan permusuhan dan keresahan di masyarakat. Penentuan strategi dan metode amar ma'ruf nahi munkar harus mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang dihadapi. Jangan sampai hanya karena kesalahan kecil dalam menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar justru mengakibatkan kerusakan dalam satu umat dengan social cost yang tinggi.
Dalam menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar hendaknya memperhatikan beberapa poin yang insya Allah bisa diterapkan dalam berbagai bentuk masyarakat:
1. Hendaknya amar ma'ruf nahi munkar dilakukan dengan cara yang ihsan agar tidak berubah menjadi penelanjangan aib dan menyinggung perasaan orang lain. Ingatlah ketika Allah berfirman kepada Musa dan Harun agar berbicara dengan lembut kepada Fir'aun (QS. Thaha: 44).
2. Islam adalah agama yang berdimensi individual dan sosial, maka sebelum memperbaiki orang lain seorang Muslim dituntut berintrospeksi dan berbenah diri, sebab cara amar ma'ruf yang baik adalah yang diiringi dengan keteladanan.
3. Menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar disandarkan kepada keihklasan karena mengharap ridla Allah, bukan mencari popularitas dan dukungan politik.
4. Amar ma'ruf nahi munkar dilakukan menurut Al-Qur'an dan Al-Sunnah, serta diimplementasikan di dalam masyarakat secara berkesinambungan.
Dalam menyampaikan da'wah amar ma'ruf nahi munkar, para da'i dituntut memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, baik kepada Allah maupun masyarakat dan negara. Bertanggung jawab kepada Allah dalam arti bahwa da'wah yang ia lakukan harus benar-benar ikhlas dan sejalan dengan apa yang telah digariskan oleh Al Qur'an dan Sunnah. Bertanggung jawab kepada masyarakat atau umat menganduang arti bahwa da'wah Islamiyah memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial umat yang bersangkutan. Bertanggung jawab kepada negara mengandung arti bahwa pengemban risalah senantiasa memperhatikan kaidah hukum yang berlaku di negara dimana ia berda'wah. Jika da'wah dilakukan tanpa mengindahkan hukum positif yang berlaku dalam sebuah negara, maka kelancaran da'wah itu sendiri akan terhambat dan bisa kehilangan simpati dari masyarakat.










BAB II
DAKWAH DALAM ISLAM

"Siapakah yang terlebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru ke jalan Allah dan beramal soleh seraya berkata: "Sesungguhnya saya salah seorang muslim." (Q.s.Fussilat:33)
Menyeru manusia ke jalan Allah adalah pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh para Rasul Allah. Pekerjaan menyeru manusia kejalan Allah bukanlah pekerjaan yang mudah, adakalanya terpaksa mengorbankan segala-galanya. Meskipun Nabi s.a.w. menyeru manusia dengan penuh kasih sayang, dengan penuh kesabaran dan berlemah lembut, akan tetapi mereka telah membalasnya dengan caci maki, lemparan batu dan berbagai penganiayaan lainnya.
Meskipun demikian nabi s.a.w. tetap menjalankan Dakwah ini dengan penuh kesabaran. Pernah penududuk Taif ketika itu menyuruh anak-anak melempari Nabi s.a.w. dengan batu dan benda-benda keras. Dalam keadaan tubuhnya yang berlumuran darah Nabi s.a.w.hanya berdoa:
"Ya Allah tunjukilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahuinya."
Seruan ke jalan yang benar dan mencegah manusia daripada pekerjaan yang mungkar adalah pekerjaan yang mulia. Manusia suka lupa oleh itu perlulah diingatkan. Berbagai kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan perbuatan manusia. Perhatikan sahaja apa yang telah dilakukan manusia kepada alam sekitarnya, berbagai pencemaran telah dilakukan. Baik pencemaran Rohani maupun pencemaran jasmani.
Penyembahan manusia kepada Allah telah berubah kepada penyembahan kepada manusia. Ada pula yang menyembah kepada harta dan ada yang lain pula menyembah kepada kuasa dan berbagai penyembahan lainnya. Akibatnya terjadilah berbagai kerusakan termsuk Iman, akhlak, dan berbagai kerusakan lainnya.
Sebelumnya berdakwah perlulah kita memiliki Ilmu pengetahuan terutama yang berkenaan dengan yang akan kita dakwahkan. Seorang pendakwah juga perlu memiliki niat yang baik, bahwa apa yang didakwahkan itu semata-mata karena Allah. Pendakwah perlulah memiliki budipekerti yang baik, lemah lembut, peramah, pengasih, penyayang ia itu mengikut jejak langkah Nabi s.a.w.
Contoh teladan yang baik juga merupakan cara berdakwah yang berkesan. Jika kita berdakwah dengan memberikan contoh teladan yang buruk seperti tingkah laku yang kasar, suka maki hamun, mengumpat, tentu dakwah yang akan kita berikan akan kurang kesannya.




BAB III
AQIDAH DAN DAKWAH

Kalau kita bicara aqidah dalam kaitannya dengan langkah dan strategi dakwah, barangkali yang lebih tepatnya bukan prioritas atau mana yang harus didahulukan, tetapi aqidah adalah landasan yang perlu dibangun dengan baik dan kokoh. Sedangkan mana yang harus didahulukan untuk awalnya, kita sesuaikan dengan kebutuhan real di lapangan.
Misalnya, orang yang sedang ditimpa bencana alam dan rumahnya roboh, masak sih kita ceramahi tentang bahaya syirik? Tentu dakwah untuk mereka kita mulai dari memberi bantuan berupa makanan, pakaian bersih, rumah tempat tinggal, pengobatan gratis dan seterusnya.
Preman insyaf yang tidak punya penghasilan halal, perlu kita carikan pekerjaan halal yang mampu dikerjakannya. Itu lebih utama untuk kita perioritaskan ketimbang kita membahas bab-bab yang membatalkan syahadat. Buat apa bicara tentang syahadat secara panjang dan lebar, sementara kebutuhan hidupnya senin kamis dan teman-teman premannya menawarkan bisnis barang haram?
Petani miskin yang setiap hari dimiskinkan oleh sistem, panennya gagal diserang hama, hartanya habis dilahap rentenir, tentu perlu diberikan jalan keluar yang tepat ketimbang kita tatar dengan materi rububiyatullah, uluhiyatullah serta asma' wa shifat.
Jadi dakwah itu seharusnya memberi solusi dunia dan akhirat. Bukan hanya urusan aqidah semata. Meski aqidah itu merupakan landasan yang penting untuk dibangun secara kokoh, namun bukan berarti pintu gerbang utama dakwah itu harus selalu aqidah dan aqidah saja.
Bahkan boleh jadi jendela pertama kita menjalin hubungan kontak dengan objek dakwah lewat hal-hal yang sepele, misalnya kebetulan kepada teman yang punya hobi sama, atau kebetulan jadi rekan dagang dan bisnis, atau kebetulan langganan cukur rambut di pengkolan jalan.
Pembicaraan tidak harus selalu dimulai dari tema berat tentang aqidah, tetapi dari tema apa saja, syukur-syukur yang bisa memberi solusi nyata dan instan.
Akan tetapi kita tidak menafikan bahwa untuk membangun pribadi muslim yang baik, sisi aqidah perlu dibenahi secara baik. Namun tetap ada kisi-kisinya, sehingga kita masih bisa membedah lagi, pada bagian mana dari aqidah itu yang perlu ditekankan. Mana yang harus didahulukan dan mana yang masih mungkin terjadi beda pendapat.
Mengingat tidak semua materi dan point-point aqidah menjadi batas iman dan kufur, ada sebagian dari materi yang sebenarnya termasuk aqidah, namun tidak mengurangi nilai iman atau menambahinya. Seperti nama-nama surga dan neraka, meski termasuk bagian aqidah, tetapi bila ada orang yang tidak hafal nama-nama itu, tidak mengurangi nilai aqidahnya. Demikian juga dengan nama-nama malaikat, nabi dan seterusnyA.















KESIMPULAN

 Perkataan ataupun ucapan menyeru manusia ke jalan Allah adalah suatu amalan yang terbaik dan mulia. Tugas suci ini telah dilaksanakan oleh Rasul-Rasul Allah semenjak mula manusia diciptakan, yang telah dilaksanakan oleh Rasul-Rasul Allah S.W.T. antara lain Adam a.s., Nuh a.s, Hud a.s, Ibrahim a.s, Ismail a.s, .Ishak a.s. Ya'qub a.s. Yusuf a.s, Musa a.s, Daud a.s., Sulaiman a.s., Isa a.s. dan hingga ke akhir Rasulullah Muhammad s.a.w.
 Da'wah Secara lughawi berasal dari bahasa Arab, da'wah yang artinya seruan, panggilan, undangan. Secara istilah, kata da'wah berarti menyeru atau mengajak manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh berbuat kebajikan dan melarang perbuatan munkar yang dilarang oleh Allah Swt. dan rasul-Nya agar manusia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
 Hamka berpendapat bahwa pokok dari amar ma'ruf adalah mentauhidkan Allah, Tuhan semesta alam. Sedangkan pokok dari nahi munkar adalah mencegah syirik kepada Allah. Implementasi amar ma'ruf nahi munkar ini pada dasarnya sejalan dengan pendapat khalayak yang dalam bahasa umumnya disebut dengan public opinion, sebab al ma'ruf adalah apa-apa yang disukai dan diingini oleh khalayak, sedang al munkar adalah segala apa yang tidak diingini oleh khalayak.
 Secara prinsipil seorang Muslim dituntut untuk tegas dalam menyampaikan kebenaran dan melarang dari kemunkaran. Rasul Saw. bersabda: "Barang siapa di antara kamu menjumpai kemunkaran maka hendaklah ia rubah dengan tangan (kekuasaan)nya, apabila tidak mampu hendaklah dengan lisannya, dan jika masih belum mampu hendaklah ia menolak dengan hatinya. Dan (dengan hatinya) itu adalah selemah-lemahnya iman". Hadits ini memberikan dorongan kepada orang Muslim untuk ber-amar ma'ruf dengan kekuasaan dalam arti kedudukan dan kemampuan fisik dan kemampuan finansial.
 Dakwah itu seharusnya memberi solusi dunia dan akhirat. Bukan hanya urusan aqidah semata. Meski aqidah itu merupakan landasan yang penting untuk dibangun secara kokoh, namun bukan berarti pintu gerbang utama dakwah itu harus selalu aqidah dan aqidah saja.
 Sebelumnya berdakwah perlulah kita memiliki Ilmu pengetahuan terutama yang berkenaan dengan yang akan kita dakwahkan. Seorang pendakwah juga perlu memiliki niat yang baik, bahwa apa yang didakwahkan itu semata-mata karena Allah. Pendakwah perlulah memiliki budipekerti yang baik, lemah lembut, peramah, pengasih, penyayang ia itu mengikut jejak langkah Nabi s.a.w.



DAFTAR REFERENSI
http://www.shiar-islam.com/doc3.htm
http://www.uii.ac.id/index.asp?u=1341&b=I&v=1&id=2
http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7526102957-apa-prioritas-dakwah-dalam-islam-shahih.htm
http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/apa-prioritas-dakwah-dalam-islam-yang.html
http://khairuddinhsb.blogspot.com/
http://mesejdakwah.blogspot.com/2008/01/dakwah-dalam-islam.html
http://www.alislamu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=176&Itemid=37
http://dakwah2u.blogspot.com/2007/08/konsep-dharurat-dalam-islam.html

25 Januari 2008

yuk ngeblog

part 1
Nama Penulis
Andi Bagus Ruhendra
bagus165@gmail.com
http://andibagus.blogspot.com
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Pendahuluan
Setiap orang memiliki kesenangan masing masing dalam diri nya, tapi bagaimana jika kesenangan yang dia bawa akan menjerumuskan nya ke dalam jurang kenistaan. So, daripada kita bingung, kurang kerjaan, atau lagi suntuk, mending kita salurin itu semua dengan melakukan hal yang menyenangkan yaitu menulis kan cerita pribadi kemudian kita masukin ke dalam sebuah situs di internet. Dan kita pun akan mendapatkan banyak teman di dunia maya. Masih ragu, atau bingung? Ok, akan saya jelasin secara sederhana nya, kita bikin sebuah blog yang akan nyalurin hobi baru kita, dijamin menyenangkan..
Isi
E-mail pada Google ( Gmail )
Disarankan bagi rekan rekan dalam pembuatan blog khususnya pada http://www.blogger.com untuk membuat account e – mail terlebih dahulu pada http://www.gmail.com . Gmail sendiri memiliki kepanjangan Google Mail, artinya bahwa yang punya mail ini yah si google.. Email pada google memberikan space yakni 2 GB..Wew..banyak banget yah..
1
Tampilan awal pada account Gmail, jika anda belum mempunyai login, maka langkah awal yakni meneken tombol Sign up for Gmail.
Tampilan setelah kita mengklik sign up, seperti ini.. Isikan biodata anda secara lengkap sesuai dengan permintaan pengisian pada Gmail.
2
Jika telah selesai mengisi nya, maka disarankan terlebih dahulu untuk membaca Terms of Service, ini seperti petunjuk serta aturan aturan yang diterapkan si empu nya yang punya mail yakni Google.
Setelah usai mengisi, maka anda bisa langsung melihat tampilan mail anda, nih dia tampilannya, nampak ada pesan langsung yang dikirimkan oleh Gmail Team..
Kini anda telah memiliki aku email pada gmail..Selanjutnya email ini nantinya akan dipergunakan untuk mendaftar pada blog milik http://www.blogger.com
Belum punya blog ??
Weblog atau kerap kali dinamakan blog, kini menjadi tren di dunia bahkan di Indonesia. Ajang menyalurkan hobi baru ini lebih menyenangkan dan bernilai positif. Terlebih lagi kita akan memperoleh banyak teman dunia maya. Blog kini menjadi sebuah situs pribadi untuk menuliskan pengalaman pribadi, bahkan untuk mempromosikan sebuah bisnis yang diitekuni nya, hingga tukar ilmu tentang Blog pun kerap kali disampaikan lewat blog. Belum punya blog ?? kasihan deh lu. ^_^ Tapi jangan pesimis dulu, karena saat ini banyak penyedia blog yang menawarkan situs blog pribadi secara gratis, seperti blogger, blogdrive, blogsome, wordpress, friendster, dan masih banyak lagi. Tapi disini, saya akan membahas pembuatan blog pada blogger. Blogger, situs blog yang sangat terkenal di seluruh dunia, banyak orang yang memakai nya karena kenyamanan dan kemudahan pengoperasian dalam pemakaian nya. URL anda jika anda bergabung dalam blogger : http://namaakunanda.blogspot.com. Pertama tama, silahkan masuk ke http://www.blogger.com, Setelah halaman blogger terbuka, maka di sebelah kanan agak
3
kebawah, ada tulisan ”Create a blog in 3 easy steps : ”, klik tanda panah yang bertuliskan ”Create your blog now “
Setelah itu Isi form login dengan akun yang anda inginkan, masukkan username dengan account Gmail anda dan masukkan password sama seperti account Gmail anda. Kemudian setelah selesai, klik ”Sign In ”....
Selanjutnya anda dipersilahkan untuk mengisi identitas blog anda seperti judul blog, nama blog yang ingin anda gunakan. Tips dari saya, gunakan judul blog yang sekiranya bisa membangkitkan rasa keingintahuan pengunjung dan juga berani beda.
4
Silahkan pilih template sesuai dengan yang anda senangi :
Setelah anda mengisi identitas blog, maka anda bisa memulai aktivitas nge blog dengan mengklik start posting, seperti nampak pada gambar :
Selamat, anda kini telah memilik blog pribadi pada blogger, dan kini saatnya anda untuk menulis pada blog anda. Selamat menulis y...^_^
5
Sekarang kita di bagian page element, terlihat begitu mudah menggunakannya, karena kita hanya mendrag content yang sekiranya perlu di pasang tapi jika anda mahir dalam penguasaan bahasa pemrograman web , anda pun bisa mengganti template baru menjadi classic template (ada di bagian edit HTML)
Jika anda ingin menambah content, maka klik menu add page element, kemudian akan muncul halaman baru seperti ini bentuk nya :
6
Salah satu bentuk tampilan content HTML/javascript :
Tampilan content HTML/javasciprt diatas memungkinkan kita memasukkan aneka code aksesoris blog nantinya. Mungkin sampai disini penjelasan mengenai pembuatan blog pada blogger. Jika ada yang kurang dimengerti, disarankan mengirimkan pertanyaan kepada e-mail si penulis.
7
Statistik jumlah pengunjung
Terkadang kurang pas jika dalam blog, kita sendiri tidak mengetahui seberapa banyak jumlah pengunjung yang menyambangi blog kita dari hari ke hari. Maka dari itu kita perlu memberikan sebuah alat pengukur jumlah statistik pengunjung dan biasanya kita pasang saat awal pembuatan blog. Silahkan anda berkunjung ke http://www.statcounter.com , jika anda belum mempunyai akun di statcounter, maka anda diharuskan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu dengan mengklik menu register :
Berikut merupakan tampilan form register dan silahkan mengisi sesuai dengan data yang anda punyai :
8
Jika halaman selanjutnya seperti gambar di bawah ini, maka proses registrasi berhasil, klik procced & add a project untuk menuju permintaan pendaftaran berikut nya :
Selanjutnya anda diminta untuk memilih rancangan statcounter yang anda inginkan, disini saya menyarankan untuk memilih standar statcounter project :
9
Kini anda akan melakukan penyettingan rancangan yang anda inginkan, silahkan masukkan nama site anda, url anda, dan isian lain sesuai dengan data yang ada :
Selamat anda telah membuat rancangan statcounter, tapi bersabar lah dahulu karena penginstalan masih memakan beberapa tahap lagi, klik configure & install code untuk melangkah ke tahap berikut nya :
10
Langkah selanjutnya yaitu memilih counter yang diinginkan, saran saya pilih opsi pertama, karena counter akan terlihat jika code dipasang pada blog kita :
Lagi lagi anda akan dihadapkan pada pengaturan unik pengunjung, silahkan pilih, saya sarankan pilih opsi every pageload : 11
Silahkan memilih counter yang anda harapkan : berbentuk gambar atau berbentuk tulisan:
Silahkan memilih sesuai yang anda inginkan tentang penyettingan untuk jumlah digit yang diinginkan, warna digit dan warna background, serta huruf :
12
Silahkan memilih sesuai dengan keinginan anda :
Instalasi ini bertujuan untuk melakukan penyettingan pada blog apa, karena kita pada blogger silahkan pilih yes, i use Blogger :
13
Sip, kini anda bisa mendapat kan code counter yang bisa anda pasang pada bagian page element :
Berapa Blogger yang sedang online ke blog kita
Selain kita berkeinginan untuk menghitung jumlah pengunjungnya dari hari ke hari, maka kita pun bisa mengetahui berapa jumlah pengunjung yang saat ini online atau membuka situs blog kita. Pertama silahkan berkunjung ke http://www.shinystat.com, dan langsung mengklik tampilan berikut pada halaman nya : 14
Sebelumnya saya akan memberitahukan terlebih dahulu bahwasanya, kita memilih free version karena tidak membayar..hehehe..kalo mau yang bukan free version yah silahkan...Klik tombol sign up yang berwarna hijau..
Masukkan username yang anda inginkan, usahakan yang bisa anda ingat..trus klik continue :
15
Lakukan registrasi dengan memasukkan data anda..Setelah semua terisi klik subscribe :
Ikuti langkah selanjutnya dengan mengklik continue with installation :
16
Sekarang pilih model counter yang anda inginkan, jika anda orang yang tergolong simple, silahkan pilih simple counter atau bisa juga counter yang tidak terlihat (bisa dilihat hanya dengan masuk dalam akun kita di shinystat) :
Langkah selanjutnya yakni penyettingan, saya percaya anda lebih tahu selera tampilan counter yang diinginkan, jadi silahkan memilih :
17
Silahkan berlanjut ke tahapan berikutnya klik Go to step 1 :
Masukan username yang anda isikan tadi dalam form registrasi :
Kini anda mendapatkan code yang bisa anda pasang dalam blog anda :
18
Ini merupakan bagian terms of service product dimana anda harus membacanya agar tahu aturan yang diberikan shinystat :
Kita juga bisa meilhat statistik jumlah pengunjung dengan meng klik menu my account :
19
Setelah mendapatkan code nya, silahkan beralih ke bagian page element pada blogger anda, kemudian klik add page element > html/javasript > masukkan code ( copy paste kan code diatas kebagian ini ).
Memberikan tagboad pada blog anda
Tag board atau shoutbox ini sering dipasang oleh pemilik blog agar blog nya menjadi wahana saling bertukar pikiran, memberikan tegur sapa.. Maka kita pun perlu menyisip kan nya.. Perusahaan yang memberikan layanan tagboard pun juga banyak macam nya diantaranya : http://www.oggix.com, http://www.cbox.ws, dan masih banyak lagi. Dan saya akan membahas tentang http://www.cbox.ws , silahkan anda mengunjungi alamat yang saya sebutkan, dan berikut tampilannya :
20
Karena saya anggap anda belum memiliki tagboard, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah register dengan mengklik menu sign up : Isikan data data sesuai dengan data yang anda punya.
Jika data yang anda masukkan benar, maka klik Create my Cbox ! dan akan muncul sebuah pengumuman kurang lebih seperti gambar berikut :
Coba anda login dengan mengisi username dan password yang telah anda masukkan sebelumnya pada kolom pengisian data :
21
Dan jika anda telah berhasil login, maka akan dihantar pada pemberian script code yang bisa langsung dipasang pada blog anda atau bisa diedit terlebih dahulu sesuai dengan keinginan kita, seperti warna tagboard ingin warna warni atau ukuran tagbord yang terlalu besar dan ingin dikecilkan :
Setelah mendapatkan code nya, silahkan beralih ke bagian page element pada blogger anda, kemudian klik add page element > html/javasript > masukkan code ( copy paste kan code diatas kebagian ini ).
Album Foto Online
Album Foto, merupakan bentuk pengabadian momen kita. Apalagi bila album foto tersebut kita letakkan pada blog kita, maka kita pun tak akan lupa. Flickr, merupakan salah satu penyedia layanan album foto yang bisa kita pasang pada blog kita. Kunjungi http://www.flickr.com . setelah itu klik Sign Up untuk mendaftarkan dan masukkan e mail yahoo id dan password anda sesuai dengan password e mail yahoo. Apabila belum memiliki e mail pada yahoo, silahkan registrasi pada http://mail.yahoo.com. Kemudian setelah proses pendaftaran telah selesai, maka klik Sign In pada bagian atas halaman Flickr. Dan masukkan yahoo id beserta password nya.
22
Silahkan login dengan menggunakan id mail yahoo anda beserta passwornya :
Setelah login, maka akan terdapat halaman baru. Silahkan klik upload phots untuk meng upload foto yang akan kita masukkan dalam blog kita :
23
Silahkan upload gambat yang ingin anda tampilkan pada blog anda dengan menekan browse..Setelah selesai, klik upload :
Tampilan proses peng upload an :
24
Jika prose penguploadan telah selesai maka gambar yang anda upload akan terdapat pada bagian sidebar, isi title, description dengan yang anda inginkan kemudian klik save untuk disimpan :
Untuk memanage sebagai album online di blog kita, maka di bagian bawah sendiri pada halama flickr akan nampak menu menu seperti gambar di bawah ini, selanjutnya ke bagian help > sitemap :
25
Selanjutnya akan nampak halaman seperti pada gambar berikut, silahkan klik add a flickr badge to your website :
Silahkan pilih opsi yang anda inginkan sebagai bentuk album foto yang ingin ditempelkan pada blog anda, jika sudah klik next :
26
Langkah selanjutnya anda akan diberikan pilihan, foto mana yang akan ditampilkan. Jika kita memilih yours > maka foto foto yang anda upload akan muncul pada album anda, atau jika kita memilih everyone’s maka foto yang muncul adalah random dari mesin flickr. Klik next untuk ke tahap selanjutnya :
Selanjutnya pilih pewarnaan album yang anda inginkan. Klik next untuk ke tahap selanjutnya :
27
Kini anda telah mendapatkan code yang bisa anda kopi paste kan dalam blogger anda :
Setelah mendapatkan code nya, silahkan beralih ke bagian page element pada blogger anda, kemudian klik add page element > html/javasript > masukkan code ( copy paste kan code diatas kebagian ini ).
Layanan Image Hosting
Salah satu layanan image hosting yang sering digunakan ialah http://www.photobucket.com. Photobucket ini memberikan layanan hosting image kepada pengguna blog. Bingung gunanya apa ?? kita pasti akan tahu sendiri seiring perjalanan waktu..hehehe.. Dalam kasus ini, maka saya mengibaratkan anda belum mempunyai akun pada photobucket, maka langkah pertama yakni registrasi terlebih dahulu, klik join (warna merah ) disamping tombol login, pojok kanan atas.
28
Dan anda akan melihat tampilan berikut : isilah username sesuai keinginan anda (yang mudah diingat tentunya) dan masukkan password yang sesuai dengan keinginan anda (yang mudah diingat tentunya).
Langkah terakhir (One Last Step), yakni kita diwajibkan mengisi data, silahkan mengisinya kembali..Jangan lupa sebelum mengklik tombol “i accept.Sign me up!” baca terlebih dahulu terms of service, kenapa saya lagi lagi mengingat kan ini, karena aturan aturan yang diberikan pihak photbucket perlu kita pelajari agar nantinya kita dengan mudah menggunakan fasilitas di dalamnya.
29
Langsung aja klik submit, berikut tampilannya :
Berikutnya anda akan dihadapkan pada tawaran yang diberikan oleh photobucket, jika tidak menerima, langsung aja klik menu “No thanks you.Please Skip >>”
Selamat anda telah berhasil registrasi, silahkan masukkan username dan password yang tadi anda masukkan saat melakukan registrasi :
30
Tampilan setelah menekan login, jika anda tidak sabar menunggu anda bisa langsung mengklik “click here”.
Silahkan anda meng upload gambar sesuai dengan keinginan anda. Klik browse, kemudian pilih gambar yang ada di hardisk pada komputer anda. Trus klik upload :
Berikut proses upload nya :
31
Setelah proses upload selesai, maka gambar anda akan terlihat.. URL Link akan sangat dibutuhkan dan akan ada pemahaman yang lebih lanjut pada >> ICON IMUT DISAMPING URL
Anda akan melihat URL Link, HTML Tag, dan IMG Code. Itu merupakan rujukan dimana gambar anda disimpan.
Nb : Untuk menggunakannya seperti pada materi ”ICON IMUT DISAMPING URL”, maka yang anda gunakan ialah URL Link nya saja.
ICON IMUT DISAMPING URL
Jika anda perhatikan pada situs http://andibagus.blogspot.com, disamping url tersebut terdapat icon imut bertuliskan AB. , berikut tips pemasangan icon tersebut :
a. Pertama anda harus membuat gambar icon pada design tool seperti photoshop 7, phostosop cs dengan ukuran 18x18, save gambar yang telah anda buat dalam bentuk jpg, gif, png
32
b. Upload lah gambar yang telah buat pada album online gratis seperti pada http://www.photobucket.com, Setelah itu anda akan mendapatkan kode url yang nantinya anda copy kan ke script berikut :

Setelah mendapatkan code nya, silahkan beralih ke bagian edit HTML pada blogger anda, kemudian klik edit HMTL dan tambahkan code diatas antara
Contoh script icon pada blog saya :

Menambahkan jam
Kunjungi http://www.clocklink.com, dan layanan ini kita tidak membutuhkan proses registrasi seperti pada layanan lain. Pertama masuk pada url yang telah disebutkan, makan akan tampak tampilan seperti ini.. Pilih option : Want a Clock on Your Website
Setelah mengklik tombol tersebut, maka akan tampak berbagai tampilan jam yang bisa kita pilih sesuai dengan keinginan kita. Kita pun bisa mengklik pilihan seperti Analog, Animal, Animation, dan sebagainya,
33
Setelah anda memilih, maka klik tombol view html tag, maka akan muncul sebuah windws baru. Setelah mendapatkan code nya, silahkan beralih ke bagian page element pada blogger anda, kemudian klik add page element > html/javasript > masukkan code ( copy paste kan code diatas kebagian html/javasript).
Komunitas pada blog
Jika kita melihat ataupun mengamati pada blog yang ada, maka anda akan melihat beberapa bannner komunitas yang dipasang pada halaman blog mereka. Kenapa demikian ?? Sebuah bannner yang dipasang, menunjukkan keikutsertaan blogger dalam sebuah komunitas tertentu atau pemilihan top blog. Hal ini bertujuan untuk mengakrabkan diri mereka dengan para blogger yang lain. Sehingga mereka bisa saling bertukar ilmu. Salah satu komunitas virtual terbesar di indonesia adalah BlogFam ( blogger family – http://www.blogfam.com/forum ).
Selain komunitas blogger virtual terbesar di Indonesia, juga terdapat komunitas blogger yang mewakili daerah nya masing masing, salah satu nya adalah sebagai berikut :
a. Komunitas Blogger Surabaya : http://tugupahlawan.com
b. Komunitas Blogger Semarang : http://loenpia.net
c. Komunitas Blogger Jogjakarta : http://cahandong.org
d. Komunitas Blogger Makassar : http://www.angingmammiri.org
e. Komunitas Blogger Bandung : http://www.bbv.or.id
f. Komunitas Blogger Wanita Sunda Antar Benua : http://wsab.blogspot.com
g. Komunitas Blogger Batam : http://bloggerbatam.blogspot.com
h. Komunitas Blogger Palembang : http://palembang-blogger.blogspot.com 34
i. Komunitas Blogger Malang : http://www.bloggerngalam.com
j. Komunitas Blogger Indramayu : http://bramlosarang.blogspot.com
k. Komunitas Blogger Bali : http://www.baliblogger.org
l. Komunitas Blogger Muslim : http://komunitas.muslimblog.net
Penutup
Semoga apa yang saya paparkan disini, bisa memberikan wawasan bagi rekan rekan blogger di Indonesia maupun di luar Indonesia. Semoga dengan sedikit pemaparan dari saya, membuka wacana masyarakat indonesia dalam hal IT. Kekurangan maupun kesalahan terhadap artikel ini, saya meminta maaf karena saya hanyalah manusia biasa dan kelebihan dalam artikel ini datang nya dari Allah SWT. Jika rekan rekan ingin bertanya mengenai aksesoris untuk mempercantik blog ( InsyaAllah, jika saya bisa ngejawab maka akan saya jawab, bila tidak bisa menjawabnya maka saya akan bertanya kepada yang lebih ahli ), silahkan kirim ke pertanyaan, masukan dan sebaginya ke alamat e- mail atau ym saya. Sukses untuk kita semua. Keep Blogging !!! ^_^
Referensi
http://www.blogger.com
http://www.clocklink.com
http://www.photobucket.com
http://www.flickr.com
Biografi Penulis
Andi Bagus Ruhendra. Lahir di Kota Pahlawan ( Surabaya ) tanggal 29 Agustus 1987. Merupakan anak pertama dari 5 bersaudara. Dan akrab di panggil dengan nama Cempluk. Jenjang pendidikan yang selesai dilalui adalah tamatan SMA Negeri 01 Surabaya. Dan saat ini sedang menyelesaikan pendidikan S1 pada Jurusan Teknik Informatika ITS Surabaya. Hobi yang sangat digandrungi ialah ngeBlog dan baca novel. ^_^ . Saat ini penulis, diamanahi sebagai ketua offair blogger Surabaya – tugupahlawan.com. Kritik, saran, dan pertanyaan para pembaca akan sangat berarti bagi perbaikan tulisan ini. Anda bisa mengirimkan nya via e – mail dan yahoo massenger :
Id ym Cempluk : andibagus165
e-mail : bagus165@gmail.com
url my blog : http://andibagus.blogspot.com 35